Healing Jadi Kebutuhan Mental, Bukan Sekadar Tren Liburan

  • 29 Apr 2026 20:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Hari Healing Sedunia yang diperingati setiap 27 April menjadi momentum untuk merefleksikan makna healing yang kini semakin populer di tengah masyarakat. Istilah ini tidak lagi sekadar tren di media sosial, melainkan telah menjadi kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental.

Traveller Tata mengungkapkan bahwa healing adalah cara untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kehidupan. “Healing buat aku itu pergi sebentar untuk menenangkan diri, cari sesuatu yang baru,” katanya dalam wawancara, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, healing tidak selalu identik dengan perjalanan jauh. Menurutnya, esensi utama healing adalah bagaimana seseorang bisa menemukan ketenangan, baik melalui perjalanan maupun aktivitas sederhana.

Tata membagi healing menjadi dua jenis, yakni healing yang benar-benar menenangkan dan healing yang bersifat refreshing. Healing yang mendalam biasanya dilakukan di tempat minim gangguan seperti gunung tanpa sinyal.

Nggak ada chat kerjaan. Nggak ada gangguan,” katanya.

Sementara itu, healing refreshing bisa dilakukan dengan berkunjung ke kota wisata dengan konsep slow living. Aktivitas ini dinilai cukup efektif untuk melepas penat tanpa harus benar-benar menjauh dari keramaian.

Ia menambahkan, healing juga bisa dilakukan di tempat dekat. “Ngopi sendiri sambil baca buku itu juga healing,” ungkapnya.

Menurutnya, inti dari healing adalah menikmati momen secara utuh tanpa distraksi. Dengan demikian, tujuan menenangkan diri benar-benar tercapai. (Aritsu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....