Pastorale dan Penggambaran Nuansa Indah Pedesaan
- 26 Apr 2026 21:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID - Semarang: "Pastorale" dalam bahasa Indonesia berarti musik atau karya seni yang bernuansa pedesaan atau pastoral yang menggambarkan suasana tenang, nyaman dan sederhana. Secara lebih luas, "pastorale" juga bisa merujuk pada tema atau suasana yang berkaitan dengan kehidupan di pedesaan, penggembalaan, atau kehidupan sederhana.
Seni Musik
Dalam konteks musik, "pastorale" adalah sebuah genre atau gaya musik yang seringkali menggambarkan suasana pedesaan, kehidupan penggembala, atau adegan-adegan pastoral lainnya. Musik ini biasanya memiliki tempo yang lambat, melodi yang lembut, dan menggunakan instrumen yang menciptakan suasana yang menenangkan.
Seni Rupa:
Dalam seni rupa, "pastorale" bisa merujuk pada lukisan, patung, atau karya seni lainnya yang menggambarkan pemandangan pedesaan, kegiatan penggembalaan, atau kehidupan di alam terbuka.
Umum:
Secara umum, "pastorale" dapat digunakan untuk menggambarkan suasana atau tema yang berhubungan dengan kehidupan di pedesaan, alam, dan kesederhanaan.
Jadi, ketika mendengar atau membaca kata "pastorale", kita imajinasikan suasana pedesaan yang tenang, musik yang menenangkan, atau tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan sederhana di alam.
Pastorale juga dijadikan salah satu nama judul lagu keroncong ciptaan si “Buaya Keroncong” Koesbini. Dalam Kamus Musik yang disusun oleh Pono Banoe, Pastorale artinya musik pedesaan, yakni karya musik yang menggambarkan keindahan alam desa (Pono Banoe Kamus Musik hal 326, penerbitKanisius 2003).
Berikut syair keroncong pastorale yang menggambarkan nuansa pedesaan yang sejuk, tenang, nyaman dan damai.
Kalau kita lintasi jalan yang lengang
Dimana batang bambu melunglai lelah lelah
Bagai tanlung alam mengulur salam
Kita dengarkan sambil melenggang lalu
Lenguk lembut di belakang bamboo, padi hijau berbaris-baris
Menggantang bayang, di atas kaca yang menggenang gemilang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....