Menata Intelektualitas dalam Semangat Punk
- 09 Apr 2026 17:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Gaya hidup punk yang selama ini identik dengan kebebasan dan anti kemapanan, kini mulai dipandang dari sudut berbeda oleh generasi muda. Hal tersebut mengemuka dalam program Sore Ceria PRO2 FM RRI Semarang, Rabu, 8 April 2026.
Konten kreator Punk asal Pekalongan Emyunip menunjukkan bahwa identitas punk tidak selalu bertentangan dengan pendidikan tinggi maupun produktivitas. Hal tersebut diungkapkan saat menjadi narasumber dalam siaran tersebut dengan topik “Menata Intelektualitas dalam Semangat Punk”.
Dalam perbincangan, Emyunip mengungkapkan bahwa punk yang ia jalani bukan sekadar gaya berpakaian atau musik, melainkan cara berpikir. Menurutnya, semangat punk justru mendorong seseorang untuk mandiri, kritis, dan berani keluar dari batasan umum.
“Punk itu bukan cuma soal tampilan, tapi bagaimana kita berpikir bebas dan tidak takut berbeda,” ujarnya. Ia menambahkan, nilai Do It Yourself (DIY) dalam punk juga ia terapkan dalam kehidupan akademik dan kariernya.
Saat ini, Emyunip diketahui tengah menempuh pendidikan S2 di tengah berbagai aktivitasnya sebagai MC, konten kreator, hingga pelaku stand up comedy. Ia menilai bahwa pendidikan dan passion bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.
Menurutnya, tidak ada pertentangan antara dunia akademik dengan kehidupan punk. Justru, pengalaman di jalanan dan interaksi sosial yang luas menjadi bekal berharga dalam memperkaya sudut pandang di bangku kuliah.
Ia juga menyinggung stigma lama tentang anak punk yang hanya identik dengan kehidupan jalanan. Di era sekarang, kata dia, tantangan justru bergeser ke kemampuan bertahan dan beradaptasi, termasuk dalam dunia digital dan ekonomi kreatif.
Di akhir perbincangan, ia berpesan kepada generasi muda agar mandiri dalam bekerja dan merdeka dalam berkarya. Selain itu, tidak ragu mengejar pendidikan tanpa meninggalkan passion.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....