Main Puzzle Bikin Ketagihan, Ini Penjelasan Psikologisnya
- 02 Apr 2026 09:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Banyak orang awalnya hanya membuka game puzzle untuk mengisi waktu luang. Entah saat menunggu, beristirahat, atau sekadar mengusir bosan, permainan ini sering dianggap sebagai hiburan singkat.
Namun kenyataannya, waktu bermain kerap berlangsung lebih lama dari yang direncanakan. Niat untuk bermain sebentar sering berubah menjadi berulang kali mencoba hingga tanpa sadar waktu telah berlalu cukup lama.
Game puzzle umumnya dirancang dengan tantangan sederhana namun memancing rasa penasaran. Pemain diminta mencocokkan pola, warna, atau memecahkan masalah kecil yang terasa mudah diselesaikan.
Karena tingkat kesulitannya bertahap, pemain merasa memiliki peluang besar untuk berhasil. Setelah menyelesaikan satu level, muncul dorongan untuk melanjutkan ke level berikutnya yang sedikit lebih menantang.
Fenomena ini berkaitan dengan cara kerja otak dalam merespons keberhasilan kecil. Penelitian oleh Koepp et al. (1998) dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa aktivitas yang memberi rasa pencapaian dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan kepuasan.
Setiap kali pemain berhasil menyelesaikan level, muncul rasa puas yang mendorong keinginan untuk mengulang pengalaman tersebut. Inilah yang membuat permainan terasa sulit dihentikan.
Selain itu, desain permainan dengan durasi singkat juga berperan besar. Satu level biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit, sehingga pemain merasa permainan tidak akan memakan waktu lama.
Namun justru karena singkat, pemain terdorong untuk terus melanjutkan. Hal ini sejalan dengan konsep variable reward system dalam psikologi, di mana hadiah yang diberikan secara bertahap dan tidak selalu sama dapat meningkatkan keterlibatan seseorang (Ferster & Skinner, 1957).
Menariknya, banyak pemain baru menyadari lamanya waktu yang dihabiskan setelah berhenti bermain. Waktu yang terasa sebentar ternyata telah berlangsung cukup panjang.
Kombinasi antara tantangan ringan, rasa pencapaian, dan mekanisme psikologis membuat permainan ini terasa menyenangkan sekaligus sulit ditinggalkan. Semuanya sering berawal dari satu pikiran sederhana: satu level lagi saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....