Teater Masa Kini Jadi Ruang Self Discovery bagi Anak Muda
- 30 Mar 2026 11:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Teater kini menjadi ruang ekspresi sekaligus tempat anak muda menemukan jati diri. Aktivitas ini tidak hanya soal akting, tetapi juga proses pembelajaran kehidupan sosial.
Mahasiswa yang tergabung dalam Teater BETA UIN Walisongo Semarang, Ahmad Alfarel merasakan manfaat tersebut secara langsung. Mereka mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, serta kerja sama dalam satu komunitas.
Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Jumat, 27 Maret 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat tema teater sebagai ruang ekspresi dan self discovery anak muda.
Ahmad Alfarel menyebut teater memberikan pengalaman yang tidak ditemukan di organisasi lain. Ia menilai teater mengajarkan kehidupan bermasyarakat melalui interaksi dengan karakter beragam.
“Di teater kita belajar memahami banyak orang dengan karakter berbeda,” ujarnya. Ia menilai proses ini melatih kepekaan sosial setiap anggota.
Selain itu, anggota juga dituntut memahami berbagai divisi seperti musik, lighting, hingga tata panggung. Hal ini membuat setiap anggota memiliki kemampuan dasar lintas bidang dalam produksi pertunjukan.
Azka menambahkan bahwa teater bukan hanya tentang akting di atas panggung. Ia menyebut proses latihan dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam pengalaman berteater.
“Teater itu bukan sekadar akting, tapi ada pendalaman karakter dan kebersamaan,” katanya. Ia merasakan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam proses produksi, tantangan terbesar muncul saat persiapan pentas berlangsung. Latihan intensif selama dua hingga tiga bulan menjadi fase paling menantang bagi anggota.
Alfarel menjelaskan bahwa koordinasi antaranggota sering menjadi kendala utama selama latihan. Namun, proses tersebut justru memperkuat kekompakan tim dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Azka mengungkapkan pengalaman latihan menjelang pentas sering berlangsung hingga dini hari. Kondisi ini menjadi bagian dari perjuangan yang membentuk mental anggota.
Ia menyebut momen pentas selalu meninggalkan kesan emosional bagi seluruh anggota. Rasa lelah terbayar saat pertunjukan berhasil diselesaikan dengan baik.
Selain itu, teater juga melatih improvisasi saat terjadi kesalahan di atas panggung. Kemampuan ini penting agar penonton tidak menyadari adanya kesalahan selama pertunjukan.
“Kalau ada salah, biasanya langsung improvise biar tetap terlihat natural,” ujarnya. Ia menilai chemistry antar pemain menjadi kunci keberhasilan improvisasi.
Melalui kegiatan ini, anggota berharap teater semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. Mereka juga mengajak anak muda untuk mencoba bergabung dan merasakan pengalaman berteater.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....