Lomban Klidang Lor Siap Bertransformasi jadi Event Wisata Nasional

  • 25 Mar 2026 07:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Tradisi Lomban atau lomba dayung perahu yang rutin digelar tiap tahunnya saat Idul Fitri merupakan bagian dari budaya kearifan lokal warga Klidang Lor Kabupaten Batang. Tardisi ini semakin meriah dengan hadirnya dua unit perahu yang diberikan Bupati Batang M Faiz Kurniawan sebagai wujud dukungan untuk meningkatkan taraf Lomban menjadi even bertaraf nasional di tahun mendatang.

Ketua Panitia Lomban, Egit Elan Viantono menyatakan rasa syukurnya atas dukungan Pamkab Batang. Hal ini menurutnya menjadi pengungkit semangat 512 peserta dari Kabupaten Batang maupun kabupaten/kota tetangga dan juga Jakarta untuk memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah.

"Even ini akan digelar selama beberapa hari ke depan hingga menjelang even Syawalan, untuk menentukan pemenang Lomban," ujarrnya, di tepian Sungai Sambong, Kabupaten Batang, Rabu 25 Maret 2026.

Panitia bersama warga setempat juga mendukung penuh terkait harapan Bupati Batang yang ingin menjadikan tradisi Lomban menjadi even bertaraf nasional. "Setelah difasilitasi dua unit perahu, kami akan menindaklanjuti dengan peningkatan kualitas sarana prasarana, sehingga makin menarik dan layak menjadi destinasi wisata bertaraf nasional," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, selama tradisi Lomban, ekonomi para pelaku UMKM lokal turut menikmati pundi-pundi rupiah selama sepekan lamanya. Salah satu yang mendapat manfaat secara langsung selain UMKM, yakni warga setempat yang membuka parkir yang dikoordinir pemuda desa.

Keberadaan parkir di sepanjang jalan menuju lokasi Lomban, selain untuk mengatur arus lalulintas dan tata letak kendaraan penonton. Juga untuk mendukung keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Koordinator Parkir Lomban, Suwarno membenarkan keberadaan parkir tentu berdampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat, karena manfaatnya akan disalurkan langsung untuk masjid, sejumlah pondok pesantren maupun peningkatan layanan di area makam.

"Jumlah pemasukannya berkisar antara Rp10 juta hingga Rp12 juta, itu pun tergantung dari banyak atau tidaknya penonton. Namun bisa jadi meningkat jika memasuki puncak final di hari Syawalan nanti, totalnya bisa mencapai Rp80 juta seperti tahun lalu," bebernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....