Diremehkan saat Tayang, ‘Tinggal Meninggal’ Kini Ramai Dibicarakan
- 02 Mar 2026 11:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Film Tinggal Meninggal menandai debut Kristo Immanuel sebagai sutradara film panjang, setelah sebelumnya dikenal luas sebagai kreator konten dan komedian. Peralihan peran tersebut sempat menimbulkan ekspektasi sekaligus keraguan hingga mencapai kurang dari 200.000 penonton di hari terakhir tayang.
Film ini berkisah tentang Gema yang diperankan oleh Omara Esteghlal sebagai pegawai kantoran yang cenderung tertutup dan kerap merasa terabaikan oleh lingkungan sekitarnya. Kehidupan Gema mulai berubah sejak ayahnya wafat, yang secara tiba-tiba memunculkan empati dari rekan-rekan kerjanya.
Secara garis besar, film ini mengangkat genre ‘dark comedy’ dengan membahas kematian dan kehilangan melalui sudut pandang yang ringan dan reflektif. Cerita berkembang dari peristiwa sehari-hari menuju perenungan tentang relasi, perpisahan, dan cara manusia berdamai dengan kepergian orang terdekat tanpa mengandalkan dramatika berlebihan.
Saat pertama kali tayang di bioskop, Tinggal Meninggal belum menarik banyak penonton dan kurang mendapat perhatian publik. Hingga hari terakhir penayangan, jumlah penonton tercatat sebanyak 184.960 orang, membuat film ini sempat luput dari sorotan utama perfilman nasional. Kondisi tersebut juga tergambar dari respons warganet di media sosial, salah satunya melalui cuitan akun X @kun6manuk yang menulis, “Agak kaget (dan sedih) pemutaran Tinggal Meninggal di sini yang showing 2 jam lagi belum ada yang beli”.
Situasi tersebut berubah ketika Tinggal Meninggal kembali ditayangkan melalui platform Netflix. Kehadirannya di layanan streaming justru memicu percakapan baru, dengan banyak penonton yang baru mengenal film ini dan membagikan pengalaman menontonnya di media sosial.
Film ini tercatat memperoleh rating tinggi di platform Letterboxd, menempatkannya sebagai salah satu film Indonesia dengan rating yang menonjol di kalangan pengguna platform tersebut. Banyak yang menilai cerita Tinggal Meninggal memberikan kesan yang pelan namun relate dengan kehidupan.
Perjalanan Tinggal Meninggal menunjukkan bahwa pencapaian sebuah film tidak selalu ditentukan oleh angka penonton di masa awal penayangan. Film ini menjadi contoh bagaimana perubahan medium dan waktu dapat memberi ruang kedua bagi sebuah karya untuk menemukan audiensnya secara lebih luas. (Syifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....