Gambang Semarang, Irama Tradisi yang Tetap Hidup di tengah Kota
- 17 Feb 2026 17:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Gambang Semarang merupakan seni musik tradisional yang mulai berkembang pada tahun 1930-an di daerah pesisir Semarang sejak zaman kolonial. Masyarakat mengenalnya sebagai bentuk hiburan rakyat dalam berbagai kegiatan budaya di kota.
Gambang Semarang erat kaitannya dengan pertemuan budaya Jawa dan Tionghoa di daerah pelabuhan. Pertunjukan ini muncul di tengah masyarakat pedagang yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.
Istilah gambang itu sendiri merujuk pada alat musik kayu yang menghasilkan suara ritmis selama pertunjukan. Sementara kata Semarang menunjukkan tempat di mana seni ini berkembang.
Dalam pertunjukannya, Gambang Semarang memadukan antara musik, tari, dan vokal yang ditampilkan dalam satu pentas. Pertunjukan diadakan di ruang terbuka, lokasi festival, atau acara budaya yang diselenggarakan masyarakat.
Makna di balik Gambang Semarang mencerminkan rasa kebersamaan warga dalam kehidupan kota yang memiliki banyak latar belakang budaya. Pertunjukan ini menciptakan peluang untuk pertemuan budaya melalui musik, tarian , dan lagu-lagu tradisional.
Alat musik yang digunakan meliputi gambang kayu, kendang, gong, saron, dan ditambah alat gesek Tionghoa yaitu konghayan atau tohyan serta alat -alat lainnya. Pemain musik duduk berjejer mengikuti susunan alat serta pola irama kelompok.
Lagu -lagu yang dinyanyikan menggunakan bahasa Indonesia, Jawa, dan dialek Tiongkok setempat. Tema lagu umumnya menggambarkan kehidupan sehari-hari , kebersamaan warga, dan suasana di kawasan pelabuhan.
Penari tampil dengan kostum berwarna cerah dan aksesoris sederhana yang mudah dikenal oleh penonton. Gerakan tari mengikuti irama musik dengan langkah yang ringan dan ekspresi wajah yang ramah.
Para seniman Gambang Semarang berasal dari komunitas musik tradisional yang aktif menjaga agar pertunjukan tetap berjalan. Mereka terlibat dalam latihan, pementasan, dan memberi pelajaran kepada generasi muda.
Beberapa kelompok seni telah mendirikan sanggar khusus untuk melatih musisi dan penari Gambang Semarang. Latihan dilakukan secara rutin dengan melibatkan anggota dari berbagai kelompok usia.
Budayawan lokal mengenalkan Gambang Semarang melalui diskusi, pameran, dan pertunjukan budaya. Dokumentasi pertunjukan disimpan oleh komunitas untuk keperluan belajar tentang seni tradisional.
Seni ini ditampilkan dalam festival budaya, perayaan kota, dan acara masyarakat sepanjang tahun. Penonton yang menyaksikan berasal dari kalangan lokal, pelajar, dan juga wisatawan yang datang.
Gambang Semarang kini menjadi bagian dari identitas budaya warga Kota Semarang. Pertunjukan ini tetap ada dalam agenda budaya yang diselenggarakan oleh komunitas dan lembaga seni di daerah tersebut. (Jiandiva A)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....