Bad Bunny Angkat Identitas Latin di Super Bowl
- 09 Feb 2026 17:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bad Bunny mencetak sejarah saat tampil sebagai penampil utama "Super Bowl LX Halftime Show" pada 8 Februari 2026 di Levi’s Stadium, Santa Clara, California. Penampilan ini berlangsung di tengah situasi politik Amerika Serikat yang sensitif terhadap isu imigrasi dan identitas Latin.
Melalui panggung paruh waktu Super Bowl, Bad Bunny menampilkan representasi kuat komunitas imigran dan penduduk Latin yang kerap menjadi subjek perdebatan politik. Ia memilih tampil hampir sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sebagai pernyataan kultural yang tegas dan sadar konteks.
Dalam penampilannya, Bad Bunny membawakan lagu-lagu yang merepresentasikan perjalanan karier dan akar budayanya. Set list mencakup "Tití Me Preguntó", "Yo Perreo Sola", "Safaera", "Nuevayol", hingga "DTMF".
Pertunjukan semakin kuat dengan kehadiran bintang tamu seperti Lady Gaga dan Ricky Martin, serta kemunculan figur publik dari dunia musik, film, dan olahraga. Penonton dapat melihat sekilas Karol G, Cardi B, Young Miko, aktor Pedro Pascal, Jessica Alba, dan Alix Earle muncul sebagai kejutan visual yang mencuri perhatian
Pada bagian penutup pertunjukan, Bad Bunny secara eksplisit menyebut nama negara-negara di benua Amerika sebagai simbol persatuan. Ia menyebut "Puerto Rico", "Mexico", "Colombia", "Venezuela", "Cuba", "República Dominicana", "United States", hingga "Canada" sambil diiringi visual pesan tentang cinta dan kebersamaan.
Gestur tersebut dimaknai sebagai respons langsung terhadap wacana eksklusivitas dan pengetatan kebijakan imigrasi di Amerika Serikat. Bad Bunny seolah menegaskan bahwa identitas Amerika terbentuk dari keberagaman bahasa, budaya, dan asal-usul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....