Kelembutan di Balik Dialog Can This Love be Translated

  • 02 Feb 2026 13:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Can This Love Be Translated merupakan drama Korea terbaru yang dirilis pada Jumat, 16 Januari 2026. Drama ini mengangkat kisah cinta rumit antara seorang penerjemah bahasa dan artis terkenal.

Serial ini merupakan drama original Netflix yang tayang eksklusif di platform tersebut. Can This Love Be Translated terdiri atas 12 episode yang dirilis sekaligus, dengan durasi sekitar satu jam setiap episodenya.

Tidak sekadar membahas penerjemahan bahasa antarnegara, drama ini menyampaikan pesan bahwa setiap manusia memiliki “bahasa” emosionalnya sendiri. Cerita menyoroti usaha sang penerjemah memahami bahasa perasaan yang digunakan artis dalam hubungan mereka.

Kedua tokoh utama kerap berkomunikasi menggunakan ungkapan rumit namun manis yang hanya bisa dipahami oleh mereka berdua. Salah satu adegan kunci terjadi di Italia, yang menjadi awal perkembangan hubungan keduanya.

“Aku melihat Aurora, sepertinya sudah cukup lama,” ucap Joo Ho Jin yang berperan sebagai penerjemah. Sebelumnya, Cha Mu-hee sang artis pernah mengatakan bahwa jika Ho Jin melihat Aurora, berarti ia sedang memikirkan Mu-hee.

Dialog-dialog tersebut memang tidak selalu mudah dipahami penonton. Namun, ketika mengikuti setiap episodenya dengan saksama, muncul kepuasan tersendiri saat makna percakapan mereka perlahan terungkap.

Drama ini juga kerap menggunakan kalimat bermakna implisit yang terdengar manis namun penuh makna. “Sekarang kau tidak perlu takut untuk lari duluan, toh kita akan putus,” ucap Ho Jin, yang sesungguhnya bermakna ajakan untuk fokus pada masa kini.

Percakapan yang penuh teka-teki itulah yang membuat Can This Love Be Translated menarik perhatian banyak penonton. Banyak yang merasa dialog dan konflik di dalamnya relevan dengan dinamika hubungan di kehidupan nyata.

Drama ini menunjukkan bahwa meski perbedaan bahasa dan cara berkomunikasi kerap menimbulkan kebingungan, justru di situlah makna hubungan terbentuk. Memahami satu sama lain membutuhkan kesabaran, empati, dan perhatian yang tulus dari hati. (Devina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....