HUT Bhrata Bakti Jawa Tengah Gelar Wayang Orang

  • 27 Jan 2026 21:23 WIB
  •  Semarang

RI.CO.ID, Semarang - Yayasan Bhrata Bakti Daerah (YBB D) Jawa Tengah memperingati HUT ke 74 tahun 2026 dengan  menggelar wayang orang. Yayasan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, keagamaan, sekaligus pelestarian budaya tradisional ini bertekad menjaga eksistensi kesenian Wayang Orang.

Rangkaian peringatan HUT ke 74 YBB D Jateng digelar Sabtu, 24 Januari 2026, di Gedung Ki Narto Sabdo Semarang. Hadir sekitar 500 tamu undangan, terdiri dari pengurus PP Polri Jawa Tengah, jajaran Pemkot Semarang dan masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, dipentaskan kesenian Wayang Orang oleh kelompok Ngesti Pandawa dengan lakon “Dewa Ruci”. Lakon ini menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mengendalikan hawa nafsu, kepatuhan kepada guru, serta pencarian kesempurnaan hidup.

Tokoh Bima atau Werkudara digambarkan sebagai sosok yang jujur, tulus, patuh, dan memiliki tekad kuat dalam mencari kebenaran.

Ketua Panitia Kombes Pol (Purn) Agus Budi Setiawan mengatakan peringatan HUT YBB D Jateng rutin diselenggarakan setiap tahun. Pelaksanaannya bergilir di berbagai wilayah Jawa Tengah.

“HUT YBB D Jawa Tengah ke-74 ini kami isi dengan pementasan Wayang Orang Ngesti Pandawa lakon Dewa Ruci, sebagai simbol semangat pengabdian YBB,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pembina YBB D Jateng, Brigjen Pol (Purn) Drs. S. A. Soehardi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa YBB D Jateng tidak hanya fokus pada kegiatan sosial kemanusiaan dan keagamaan. Tetapi juga turut merespons kondisi krisis budaya yang terjadi saat ini.

“Kami melihat adanya crisis culture. Oleh karena itu, bersama Pemerinah Kota Semarang, kami berupaya menumbuhkan Kembali kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional Indonesia,” ungkap Soehardi.

Hal senada disampaikan Ketua YBB D Jawa Tengah, Kombes Pol (Purn) Sugeng Suyadi. Menurutnya, pementasan Wayang Orang dalam peringatan HUT ke-74 merupakan bentuk nyata kepedulian YBB D Jateng terhadap pelestarian budaya bangsa.

“Bulan lalu, pengurus dan anggota YBB Jateng juga mengadakan kegiatan nonton bersama Wayang Orang di Sriwedari Solo. Ini sebagai wujud kecintaan kami terhadap seni tradisional agar tetap lestari,” jelas Sugeng.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua YBB D Jateng Sugeng Suyadi. Dilanjutkan penyerahan tali asih kepada WO Ngesti Pandawa.

Hal tersebut menjadi simbol penghargaan atas komitmen, ketekunan, dan pengabdian kepada para seniman dalam merawat warisan budaya. Harapannya kesenian tradisioal tetap hidup, relevan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.  

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....