Togog, Wayang Chubby Jelmaan Dewa
- 11 Nov 2025 20:15 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Mengenal Wayang Jawa merupakan salah satu langkah melestarikan budaya bangsa. Pasalnya, setiap kisah tokoh-tokoh wayang itu memiliki makna untuk dijadikan pembelajaran hidup.
Selain empat punakawan yang lebih terkenal (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) ada lagi punakawan chubby bernama Togog. Dikenal pula dengan nama Tejamantri atau Catugora.
Ia diyakini sebagai pengejawantahan dari Sanghyang Antaga. Tejamaya, putra sulung dari tiga bersaudara, putra Sang Hyang Tunggal dengan Dewi Rekathawati.
Dua saudaraya yang lain adalah Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya.
Karena melakukan suatu kesalahan, Sanghyang Antaga oleh ayahnya diperintahkan turun ke arcapada (bumi). Diperintah untuk sebuah tugas membina dan memberi tuntunan kepada golongan asura (golongan raksasa dan angkara).
Sanghyang Antaga meminta kepada Sang Hyang Tuggal agar diberikan seorang kawan yang bisa menjadi teman bertukar pikiran dan bercanda. Sang Hyang Tunggal kemudian menyuruhnya mencari anak jin bernama Sarawita yang kala itu sedang bertapa di dasar samodra.
Ketika menjumpai Sarawita, Antaga sangar terkejut karena anak jin itu bertapa dengan mulut terbuka lebar dan mulutnya penuh dengan binatang laut. Antaga kemudian menghentikan tapa Sarawita dan memintanya untuk jadi pengikutnya.
Sarawita yang merasa sakti menjadi marah apalagi ajakan Sanghyang Antaga sangat bertentangan dengan keinginannya yang ingin menguasai dunia. Mereka lalu mengadu kesaktian.
Sarawita mengalami kekalahan lalu menyatakan kesediaannya menjadi pengkut Sanghyang Antaga dan bersedia jadi anak angkatnya. Mareka kemudian merubah wujudnya dan berganti nama, Sanghyang Antaga menjadi Togog dan Sarawita menjadi Bilung.
Togog digambarkan sebagai manusia bermata besar dan bermulut sangat lebar/luas. Mengkiaskan bahwa ia mempunyai pengetahuan yang sangat luas, karena banyak hal yang diketahuinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....