Pelukis Portugal Pamerkan Karyanya di Candi Borobudur

  • 25 Agt 2025 17:03 WIB
  •  Semarang

KBRN, Magelang: Pelukis asal Portugal, Nelson Ferreira memamerkan tiga karya lukisannya berupa Candi Borobudur, Prambanan, dan Sewu Lalitavistara Restaurant, Borobudur Cultural Center, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (24/8/2025) malam. Ia menggelar pameran lukisan bertajuk “Nyawiij- The Unity” yang terbilang unik.

Lukisan tersebut lain daripada lainnya, karena hanya dapat disaksikan dengana cahaya gelap dengan teknik Plati gleam. Teknik melukis ini menggunakan campuran logam platina sebagai bahan dasar pewarnaan.

Pada lukisannya, Nelson Ferreira menggunakan latar gelap, kemudian menorehkan cahaya dalam bentuk pigmen khusus yang memunculkan goresan refleksi dari pantulan sinar cahaya. Lukisan tersebut akan berubah makna ketika dilihat dari berbagai sudut atau intensitas cahaya.

“Saya mengaku merasa terhormat bisa melukis di pelataran ketiga candi tersebut dan membuka perspektif yang lebih luas. Selain itu, saya memiliki pandangan yang khusus mengenai tiga candi tersebut,” katanya.

Nelson mengatakan, Borobudur yang merupakan candi terbesar agama Buddha bentuknya menjalar ke bawah, dan mengajarkannya membumi. Adapun, Candi Prambanan yang menjulang tinggi seperti melihat surga yang mulia, serta Candi Sewu memberikan pengalaman di masa lalu.

Ia menambahkan, untuk menyaksikan ketiga lukisannya di suasana gelap, hanya memerlukan bantuan sinar lampu dari telepon pintar dan bisa mengubah warna dari lukisannya. Warna yang akan timbul yakni, biru, coklat dan hitam-putih.

Selama 13 hari melukis ketiga candi tersebut, ia merasa melukis di malam hari membuka perspektif yang lebih luas. Ia juga memiliki pandangan unik mengenai tiga candi tersebut

“Melukis Candi Sewu di malam hari membuatku menyadari hal yang berbeda. Dengan bantuan proyektor yang menghasilkan pencahayaan yang begitu dramatis, saya bisa melihat volume candi yang tidak kulihat di siang hari. Sungguh pengalaman yang luar biasa,” jelasnya.

Kepala Komersial Grup PT Taman Wisata Borobudur, AY Suhartanto mengatakan, pameran tersebut merupakan tindak lanjut dari program Twin World Heritage antara Candi Borobudur dan Monastery Batalha Portugal. Kerja sama tersebut menekankan pada upaya pelestarian situs-situs heritage melalui pertukaran budaya antara kedua belah pihak.

“Kerja samanya menekankan pada upaya pelestarian situs-situs heritage melalui pertukaran budaya antara kedua belah pihak, termasuk membuka ruang penciptaan seni yang menghadirkan perspektif baru dan segar,” tuturnya. Ia menambahkan, tiga karya Nelson Ferreria akan diikutsertakan pada pameran lukisan di Museum Borobudur, Kampung dan Pasar Seni Borobudur pada 9 September hingga 9 Oktober mendatang. (wied)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....