Taekwondo untuk Semua, Bergerak dengan Gembira
- 22 Sep 2026 11:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tarik nafas, tendangan kaki, kepalan tangan, lalu lawan dijatuhkan. Bagi sebagian orang, gerakan seperti itu mungkin identik dengan pertandingan bela diri.
Ada lawan, ada sasaran, ada kemenangan yang hendak diraih. Akan tetapi, bagi sebagian lainnya, taekwondo bisa sesederhana sebuah cara untuk bergerak, berkeringat, bertemu dengan orang lain, dan menikmati waktu bersama.
Di situlah olahraga masyarakat menemukan ruangnya. Taekwondo yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai olahraga prestasi, ternyata memiliki sisi lain yang tidak kalah menarik.
Gerakannya dapat dikemas menjadi aktivitas yang lebih ringan, menyenangkan, dan terbuka bagi masyarakat dengan beragam usia dan kemampuan. Bukan soal seberapa tinggi tendangan bisa dilayangkan, bukan pula tentang siapa yang paling cepat menguasai teknik, melainkan tentang bagaimana tubuh diajak aktif bergerak, sekaligus menghadirkan rasa senang di dalamnya.
Semangat itulah yang dibawa Indonesia Taekwondo Fun. Organisasi olahraga masyarakat ini berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia(KORMI) Jawa Tengah.
Ketua Indonesia Taekwondo Fun, Bagus Sugianto, melihat taekwondo bukan hanya sebagai olahraga untuk mereka yang ingin bertanding. Taekwondo juga dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat, ketika olahraga dikemas dengan pendekatan yang lebih menyenangkan.
"Bahwa Indonesia Tekwondo Fun ini di bawah KORMI, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia itu beda dengan Tekwondo di Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) yang menitikberatkan pada prestasi. Tapi kami lebih ke olahraga yang memasyarakat ya, karena ada kata fun di situ menyenangkan," katanya.
Ketika unsur kompetisi tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan, taekwondo pun memiliki ruang yang lebih luas. Anak-anak dapat mengenal gerakan melalui aktivitas yang menyenangkan, orang dewasa dapat menjadikannya pilihan untuk menjaga kebugaran, sementara masyarakat lainnya bisa menikmati olahraga sebagai aktivitas bersama.
Ada energi yang berbeda ketika olahraga dilakukan bukan karena tuntutan untuk menjadi juara, tetapi karena memang ingin bergerak. Mungkin, di tengah rutinitas yang membuat tubuh lebih banyak duduk dan mata lebih sering terpaku pada layar, aktivitas sederhana seperti menendang, melangkah, dan bergerak bersama justru menjadi sesuatu yang berharga.
"Jadi kita baru tapi sudah sama seperti anggota KORMI yang lama, dan terus kegiatan kita kalau yang rutin itu kita ada latihan yang latihan masing-masing beda di Kabupaten Kota itu ada yang satu minggu dua kali, ada yang tiga kali sesuai porsi Kabupaten Kota sendiri," katanay.
Taekwondo kemudian tidak lagi sekadar tentang sabuk dan tingkatan. Ia menjadi tentang pertemuan, tentang keberanian mencoba, tentang tubuh yang tetap aktif, dan tentang kegembiraan yang muncul ketika olahraga dilakukan bersama-sama.
Melalui Indonesia Taekwondo Fun, semangat tersebut terus diperkenalkan kepada masyarakat. Bahwa olahraga tidak selalu harus serius, tidak selalu harus kompetitif, dan tidak harus menunggu menjadi atlet untuk bisa menikmatinya.
Sebab setiap orang punya hak untuk bergerak. Dengan caranya masing-masing, dengan kemampuannya masing-masing, dan tentu ssaa dengan gembiranya masing-masing.
Taekwondo untuk semua. Bergerak bersama, dan menemukan kegembiraan di dalamnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....