Taekwondo Kudus Siapkan Empat Atlet ke Porprov 2026
- 20 Sep 2026 13:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Kudus mematangkan persiapan empat atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 Jawa Tengah. Keempat atlet tersebut lolos dari tahapan Pra-Porprov yang berlangsung di Kodam IV/Diponegoro, Semarang.
Ketua Pengkab sekaligus pelatih utama Taekwondo Kudus, Andreas Sugianto, mengatakan, persiapan menghadapi Porprov telah dilakukan sejak Mei 2026. Bahkan persiapan dilakukan sebelum pelaksanaan Pra-Porprov.
Dari hasil seleksi tersebut, Kudus meloloskan empat atlet pada dua nomor pertandingan. Yakni nomor Poomsae beregu putra yang diperkuat tiga atlet serta Kyorugi putri kelas Under 53 kilogram yang diikuti satu atlet, Faizatin Naila Muna.
“Untuk Porprov kita sudah TC dari sebelum Pra-Porprov. Mei sudah mulai latihan lagi,” kata Andreas.
Menurutnya, persaingan Taekwondo pada Porprov cukup ketat. Seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki atlet yang bersaing dalam cabang olahraga tersebut, karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga mental.
Selama masa persiapan, atlet menjalani latihan enam kali dalam sepekan. Lima sesi dilakukan dengan latihan teknik dan fisik, sedangkan latihan fisik penuh dilaksanakan setiap Minggu.
“ Latihan juga digelar di GOR, kawasan Gunung Muria. Selain itu dalam latihan juga dilakukan di lokasi lain untuk meningkatkan daya tahan dan kesiapan atlet,” terangnya.

Andreas menjelaskan, pola latihan disesuaikan dengan periodisasi. Pada tahap awal, latihan menggabungkan fisik dan Teknik dan memasuki satu bulan sebelum pertandingan, porsi latihan lebih banyak diarahkan pada teknik, taktik, dan strategi pertandingan.
“Sebagus apa pun teknik dan fisiknya, kalau mentalnya tidak bagus, percuma. Begitu masuk lapangan mentalnya drop, kemampuan bisa hilang,” ujarnya.
Evaluasi khusus diberikan kepada tim Poomsae beregu putra. Tiga atlet dituntut memiliki kekompakan dalam setiap Gerakan serta kesamaan irama, kecepatan, tenaga, keseimbangan, dan kelenturan menjadi bagian penting karena kesalahan satu atlet dapat memengaruhi penilaian seluruh tim.
Sementara pada nomor Kyorugi, latihan diarahkan pada teknik serangan, counter, fisik, serta strategi menghadapi karakter lawan yang berbeda. Atlet juga terus diasah agar memiliki refleks yang baik ketika menghadapi situasi pertandingan.
“Di Taekwondo tidak bisa berpikir lama-lama karena sangat cepat. Refleks itu muncul karena sering dilatih dan sering menghadapi berbagai tipe lawan,” jelasnya.
Pada Pra-Porprov, kontingen Kudus meraih dua medali, yakni perak dari Poomsae beregu putra dan perunggu dari Kyorugi putri Under 53 kilogram. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi Porprov.
Andreas menyebut salah satu tantangan utama adalah menjaga konsentrasi atlet hingga pertandingan berakhir. Menurutnya, atlet kerap kehilangan fokus pada menit-menit akhir ketika kondisi fisik mulai menurun.
Karena itu, selain latihan rutin, atlet juga mengikuti try out dan berbagai open tournament di luar Kudus. Langkah tersebut dilakukan untuk menambah pengalaman sekaligus membangun mental bertanding.
“Jangan sampai sudah unggul poin, tetapi di menit terakhir kehilangan konsentrasi. Jangan sampai yang akhirnya kecolongan,” katanya.
Keempat atlet Kudus yang akan berlaga memiliki rentang usia sekitar 17 hingga 22 tahun. Andreas berharap seluruhnya mampu tampil maksimal dan mempertahankan hasil yang diraih pada Pra-Porprov saat tampil di ajang Porprov mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....