Menyusuri Jejak Rasulullah, Mahasiswa KKN Internasional Dampingi Jemaah di Thaif

  • 24 Agt 2026 11:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - Perjalanan menuju Thaif, Arab Saudi, bukan sekadar perjalanan wisata. Bagi jemaah umrah private dari MHU Walisongo Tour, perjalanan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 itu menjadi kesempatan untuk menikmati suasana kota yang berbeda, sekaligus mengenang kembali jejak perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Di sepanjang perjalanan, mahasiswa KKN Internasional Arab Saudi dari UIN Walisongo turut mendampingi jemaah. Perjalanan diawali dengan mengunjungi kandang unta.

Para jemaah bisa melihat dari dekat hewan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Arab, sekaligus mencicipi susu unta segar yang dijual pedagang setempat. Dari pengalaman sederhana itu, perjalanan kemudian membawa rombongan pada kisah yang jauh lebih dalam.

Rombongan singgah di Masjid Abdullah bin Umar. Dalam perjalanan, tour leader, Faiz, mengajak jemaah mengenang salah satu fase berat dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW di Thaif.

Thaif menjadi tempat yang pernah didatangi Rasulullah SAW setelah menghadapi tekanan dan penolakan dari kaum Quraisy di Makkah. Di kota ini, Rasulullah SAW berdakwah kepada Bani Tsaqif.

Namun, ajakan tersebut ditolak. Rasulullah bahkan mengalami perlakuan kasar hingga dilempari batu dan mengalami luka.

Kisah itu menjadi pengingat bagi jemaah. Perjalanan dakwah Rasulullah SAW tidak selalu dipenuhi kemudahan.

Thaif hari ini justru dikenal sebagai salah satu kawasan yang subur di Arab Saudi. Pepohonan dan berbagai tanaman tumbuh di kawasan ini, termasuk buah-buahan yang menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Rombongan pun menyempatkan diri singgah di pasar buah. Beragam buah segar dijajakan pedagang setempat. Jemaah dapat melihat, mencicipi, sekaligus membeli buah-buahan sebelum melanjutkan perjalanan.

Perjalanan kemudian berlanjut dengan menikmati kereta gantung dan beristirahat bersama. Suasana perjalanan semakin lengkap ketika rombongan mengunjungi pabrik parfum.

Di tempat ini, jamaah melihat secara langsung proses pembuatan parfum berbahan bunga mawar, salah satu produk yang identik dengan Thaif. Dari wisata, sejarah, hingga budaya, seluruh pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan jamaah sebelum kembali pada tujuan utama mereka.

Menjelang akhir perjalanan, rombongan menuju Qarn Manazil untuk mengambil miqat. Di tempat tersebut, jemaah melaksanakan salat Ashar sebelum kembali menuju kawasan Masjidil Haram.

Sesampainya di kawasan Haram hingga waktu Maghrib, perjalanan belum benar-benar berakhir. Setelah salat Isya, jemaah kemudian melaksanakan umrah sunnah. Prosesi ibadah berlangsung hingga sekitar pukul satu dini hari.

Di tengah rangkaian perjalanan yang panjang itu, mahasiswa KKN Internasional terus berada di sisi jemaah. Bukan hanya membantu perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, mahasiswa juga belajar memberikan pelayanan, membangun komunikasi, serta mendampingi jamaah dalam menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

City tour Thaif akhirnya bukan hanya tentang destinasi yang dikunjungi. Ada pengalaman, ada pembelajaran, dan ada kisah perjalanan dakwah Rasulullah SAW yang kembali dikenang.

Bagi mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo, pendampingan ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga untuk hadir dan melayani jamaah. Akan tetapi, juga memperkenalkan sisi sejarah dan budaya Arab Saudi di tengah perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....