Meracik Kopi, Merawat Mimpi, Kisah Ari Mengembangkan Karfuan Coffee
- 20 Agt 2026 16:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang– Aroma kopi yang semula hanya diracik dari kamar kos perlahan membawa Ari Purwanto menemukan jalan baru dalam hidupnya. Berawal dari rasa penasaran mencoba membuat espresso, ia kini mampu mengembangkan Karfuan Coffee hingga memiliki pelanggan di berbagai daerah dan mempekerjakan tiga orang.
Ari datang ke Semarang pada 2019 dan sempat bekerja di toko retail sebelum beralih ke bidang marketing toko online. Ketertarikannya pada dunia kopi muncul ketika mulai mengenal belanja daring dan melihat berbagai alat kopi pada 2021.
Dari rasa penasaran itu, Ari mulai belajar meracik kopi secara otodidak. Tanpa latar belakang khusus di bidang kopi, ia mencoba membuat konsentrat espresso dan perlahan menjadikannya sebagai peluang usaha.
"Awalnya mencoba-coba meracik kopi dan melihat alat kopi, kemudian tercetus untuk usaha kopi. Selain itu saya selalu berpikir positif dalam mengembangkan usaha kopi ini, tidak ada rasa negatif," kata Ari Purwanto, Rabu, 19 Agustus 2026.
Langkah pertama membangun usaha dilakukan dari kamar kos yang sempit. Dari tempat sederhana itu, Ari mulai memproduksi dan menjual konsentrat kopi sedikit demi sedikit sambil mempelajari cara mengelola usaha dan memasarkan produknya.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya membuka toko fisik pada 2023. Usahanya terus berkembang hingga aktivitas produksi dan penjualan kini dilakukan dari rumahnya di Jalan Pringgodani I, Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Ari memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Salah satunya melalui Shopee yang membantu Karfuan Coffee menjangkau konsumen lebih luas, dari yang semula hanya menerima pesanan dalam jumlah kecil hingga kini bisa mencapai sekitar 25 transaksi per hari.
"Mulai dari nol, sedikit-sedikit berkembang dan belajar untuk iklan secara online terutama gambar, video, dan produknya. Alhamdulillah berjalan lancar," ujarnya.
Dari penjualan melalui marketplace tersebut, omzet Karfuan Coffee kini disebut mencapai sekitar Rp40 juta per bulan. Usaha yang dirintis seorang diri itu juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi tiga orang yang merupakan keluarga dan kerabat Ari.
Namun, pertumbuhan usaha tidak datang dalam waktu singkat. Selama sekitar satu setengah tahun, Ari memilih tidak mengambil gaji dan memutar kembali penghasilan yang diperoleh untuk membeli peralatan serta mengembangkan bisnis kopinya.
"Penghasilan selama setengah tahun saya buat berputar. Untuk berjualan dan perkembangan kopi," jelasnya.
Kesabaran itu perlahan menunjukkan hasil. Produk Karfuan Coffee yang awalnya hanya dikenal di sekitar Semarang kini dikirim ke berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga Kalimantan.
Salah satu produk andalannya adalah konsentrat kopi atau espresso yang banyak digunakan untuk membuat minuman kopi siap jual. Produk tersebut juga tersedia dalam paket bersama gula aren.
Ada paket kopi empat liter plus gula aren seharga Rp216 ribu yang disebut dapat bertahan hingga sekitar 21 hari. Sementara paket robusta satu liter dibanderol Rp80 ribu dan dilengkapi alat takar.
Ari juga menyediakan produk premium untuk kebutuhan kafe. Salah satunya dipasarkan kepada pelanggan di kawasan Kota Lama Semarang dengan harga sekitar Rp85 ribu per liter.

Perjalanan Ari tersebut juga tidak lepas dari dukungan ekosistem digital. Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita mengatakan UMKM dan produk lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Menurutnya, berbagai inovasi, program, dan fitur terus dikembangkan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, baik di pasar lokal maupun global. "Melalui inisiatif dan program UMKM seperti Kampus UMKM Shopee dan Program Ekspor Shopee, kami ingin membuka lebih banyak akses, peluang, dan dukungan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar yang lebih luas," kata Satrya.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menambahkan, akses pembelajaran menjadi salah satu hal penting. Tujuannya agar pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online, pelaku usaha dapat mengikuti pelatihan secara fleksibel dari berbagai daerah. Program tersebut telah berjalan sejak 2021 dan memberikan pendampingan serta edukasi kepada jutaan UMKM melalui lebih dari 350.000 jam pelatihan dan 400 modul pembelajaran.
Sejak 13 Februari 2025, program Kampus UMKM Shopee Kelas Online diperluas. Para pelaku UMKM di 514 kabupaten dan kota di Indonesia dapat mengikuti berbagai pelatihan secara daring.
Bagi Ari, perkembangan Karfuan Coffee menjadi bukti bahwa sebuah usaha tidak harus langsung dimulai dengan modal besar. Dari kamar kos, belajar secara otodidak, menahan diri untuk tidak mengambil penghasilan, dan terus memutar modal, ia perlahan membangun bisnis yang kini memiliki pasar lebih luas.
Dari racikan espresso yang awalnya lahir dari rasa penasaran, Ari menemukan jalan untuk membangun kemandirian ekonomi. Lebih dari sekadar menjual kopi, perjalanan itu juga membawanya membuka pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya dan menumbuhkan keyakinan bahwa usaha yang dirawat dengan konsisten bisa tumbuh dari tempat yang sederhana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....