E-voting Gagasan FIKOMDIGI Unimus, Era Baru Transformasi Digital

  • 09 Agt 2026 20:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) secara resmi menerapkan sistem pemilihan elektronik (e-voting). Sistem ini untuk pertama kalinya dalam memilih calon formatur Pimpinan Pusat.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) Unimus Semarang, yang juga Ketua Panitia Muktamar, Dr. Muhammad Munsarif, S.Kom, M. Kom, Ph.D, P. Ma menyatakan, panitia menyediakan 20 bilik khusus dengan perangkat tablet. Hal itu guna memastikan proses pemungutan suara berjalan cepat, aman, dan akurat.

Muhammad Munsarif yang juga pengagas e – voting ini menyatakan, pelaksanaan e-voting Muktamar Tapak Suci diterapkan pada Sidang Tanwir Muktamar ke-16 di Semarang, Kamis (6/8/2026). Aplikasi ini menandai era baru transformasi digital di lingkungan organisasi Tapak Suci.

“ Aplikasi e-voting juga digunakan untuk pendaftaran muktamar dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Derah. Selain itu juga kami gunakan untuk pendaftaran penfataran peserta muktamar pimpinan daerah dan perwakilan di luar negeri,” tutur Munsarif.

Munsarif menuturkan, awalnya terdapat 27 kandidat formatur pimpinan dengan system e-voting dapat ditentukan 9 formatur pimpinan yang dipilih oleh peserta muktamar. Pengembang aplikasi ini menyatakan, e-voting nol biaya yang dikembangkan Fakultas Imu Komputer dan Tenologi Digital Unimus.

Dalam pelaksanaan e-voting Muktamar Tapak Suci ke 16 dengan menggunakan 20 bilik suara berbasis tablet untuk efisiensi waktu pemilihan. Program ini dirancang agar alur penggunaan suara tetap sederhana namun terjamin keamanannya oleh panitia pemilihan.

Pengunaan e-voting dalam pelaksanaan Muktamar Tapak Suci ke 16 diapresiasi pimpinan sidang muktamar. Aplikasi ini dinilai bagus, akuntabel dan efisien karena mempercepat waktu.

Ketua Pelaksana Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Wiwaha Aji Santoso, S. Pd mengungkapkan, penggunaan digitalisasi ini telah dibuktikan dalam proses pemilihan formatur Muktamar. Yang awal mulanya pemilihan dilakukan secara manual hingga dini hari, kini menggunakan sistem digital mampu diselesaikan lebih cepat dan efisien.

"Yang kami inginkan dari pengelolaan organisasi ini dengan memasukkan sistem digitalisasi. Jadi untuk keperluan administrasi ini akan kami bawa kedalam sistem digitalisasi, dan ini semua sudah berhasil kita buktikan. Kami tentunya berharap nantinya bisa diikuti sampai ke tingkat cabang," ujar Wiwaha Aji Santoso.

Wiwoho menambahkan, Nilai tradisi, khususnya akhlak, budi pekerti, dan adab Tapak Suci dalam menghadapi perkembangan zaman ini tetap dipertahankan. Menurutnya, nilai tersebut dapat dijadikan sebagai dasar untuk memajukan Tapak Suci yang mandiri, modern, dan juga sanpai mendunia. (Dars).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....