Api Berawal Dari Hal Sepele, Kelalaian Kecil Picu Kebakaran
- 10 Feb 2026 11:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Andria, wanita karier namun selalu menyempatkan diri memasak. Sudah puluhan tahun saat pagi sebelum berangkat kerja diisi dengan aktifitas di dapur.
Namun satu kebiasaan kecil beberapa kali hampir membuat celaka, yaitu meninggalkan kompor menyala saat masakan belum selesai. Kegiatan menghangatkan masakan saat malam hari juga sering membuat lalai karena lupa mematikan kompor.
“Wah itu sering terutama saat memasak atau sekedar menghangatkan masakan. Lupa mematikan kompor jadi masakan sering hangus," ungkapnya kepada RRI.CO.ID, Selasa, 10 Februari 2026.
Api memang jarang datang tiba-tiba, Ia hampir selalu lahir dari rutinitas yang dianggap sepele. Di dapur, di colokan listrik, atau di sudut rumah yang luput dari perhatian.
Karenanya Andria merasa terkesan saat kantornya mengadakan pelatihan Penanggulangan Kebakaran belum lama bersama petugas Damkar Kota Semarang. “Kita jadi tahu hal kecil menjadi pemicu kebakaran seperti lupa matiin kompor saat masak,” kata Andria

Dalam banyak kasus kebakaran permukiman, sumbernya bukan ledakan besar atau bencana alam. Melainkan aktivitas domestik harian yang tidak dikelola dengan standar keselamatan memadai.
“Kompor ditinggal menyala, tabung gas bocor, kabel listrik tua yang dibiarkan, hingga pembakaran sampah di halaman rumah. Aktivitas ini paling sering terjadi pada jam-jam domestik aktif pagi dan sore ketika rumah sedang beroperasi penuh,” kata Catur petugas Damkar Kota Semarang
Banyak rumah menjalankan aktivitas berisiko tanpa prosedur pengamanan dasar. Memasak sambil mengerjakan hal lain, menggunakan regulator gas non-standar, menumpuk colokan listrik, hingga menyimpan bahan mudah terbakar dekat sumber panas. Semua dilakukan karena terbiasa bukan karena tidak peduli.
/to7osoymdbg23wc.jpeg)
Memadamkan Api Kompor Menggunakan Kain Basah:
1. Jangan Panik
Tetap tenang agar bisa mengambil tindakan dengan tepat.
2. Ambil Kain Tebal dan Basahi
Ambil kain yang tebal, seperti handuk, selimut, atau karung goni. Basahi kain tersebut secara merata dengan air.
3. Peras Kain
Pastikan kain dalam kondisi lembap merata, bukan sampai air menetes deras. Kain yang terlalu basah dapat menimbulkan uap panas yang membahayakan, sedangkan kain kering berisiko ikut terbakar.
4. Matikan Kompor
Jika posisi kompor masih bisa dijangkau, matikan segera knop kompor untuk memutuskan sumber bahan bakar.
5. Tutup Api Searah Angin
Dekati kompor dengan berhati-hati. Tutup api menggunakan kain basah dengan gerakan searah angin (dari depan ke belakang atau dari sisi yang aman) agar api tidak menyebar ke tubuh.
6. Pastikan Tertutup Rapat
Pastikan seluruh bagian api tertutup rapat oleh kain untuk mengisolasi oksigen (teknik smothering). Jangan melempar kain karena dapat menyebabkan tumpahan minyak/api meluas.
7. Biarkan Beberapa Saat
Biarkan kain menutupi api selama beberapa menit hingga diyakini tidak ada bara yang masih menyala di bawahnya.
8. Matikan Regulator Gas
Jika api bersumber dari gas, setelah api padam, segera lepas regulator dari tabung gas untuk keamanan.
Penting: Jangan menyiram api kompor yang terbakar dengan air secara langsung karena dapat menyebabkan api memercik dan membesar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....