Hari Pahlawan, Sanjoto Kenang Perjuangan Bertempur di Semarang

  • 10 Nov 2025 10:57 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Di usianya yang menginjak 96 tahun, langkah Kapten Corp Polisi Militer CPM (Purn) Sanjoto tak lagi tegap. Pandangan matanya menerawang jauh, seakan menembus masa ketika peluru dan bom atom berseliweran di udara.

Meski begitu, semangatnya tetap menyala, seolah api perjuangan masa muda belum padam. Kepada RRI, ia menceritakan kisahnya saat ikut bertempur di Semarang dan Surakarta pada masa awal kemerdekaan.

"Kita rampas senjatanya kembali ke markas gerilya dan rekan saya satu orang meninggal dunia, dua orang kena tembakan, kaki dan tangannya. Perang gerilya bisa menumpas melumpuhkan tentara Belanda sehingga angkat kaki dari negara Republik Indonesia," ungkapnya dengan penuh semangat saat ditemui di kediamannya di Semarang, Minggu (9/11/2025).

Begitulah, salah satu pahlawan ‘45 ini mengambarkan perjuangan kala itu. Ia ingin, lewat mengenang masa lalu ini, pemuda masa kini dapat lebih memahami jati diri bangsa.

"Anak-anak sekarang itu sudah sangat luar biasa, hanya kurang tau jati dirinya, padahal sudah luar biasa. Saya yakin merekalah yang akan menjadi tulang punggung negara," tuturnya.

Di sela percakapan, Sanjoto menyinggung nilai yang mulai pudar, yaitu gotong royong. Ia menyebut nilai itu sebagai roh perjuangan para pahlawan.

“Gotong royong bukan cuma bantu saat bencana. Membuka lapangan kerja dan berbagi ilmu juga bentuk gotong-royong,” ucapnya.

Ia mencontohkan gotong- royong itu memuat nilai- nilai sama rata dan adil. “Kalau saya makan nasi, kamu juga harus makan nasi,” ujarnya berseloroh.

Menurutnya, kesejahteraan hanya tercapai bila masyarakat bergerak bersama. Sikap individualis, katanya, hanya akan memperlambat kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, Sanjoto mengakui Indonesia saat ini sudah maju. Akan tetapi belum boleh berpuas diri, karena Indonesia masih banyak tertinggal dari negara lain.

“Pemerintahan sekarang sudah hebat. Banyak gedung tinggi, banyak kemajuan, tapi semangat jangan pernah padam," ucap pria kelahiran 17 November 1930 ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....