Sungkem Telompak, Tradisi Memelihara Sumber Air di Desa Banyusidi
- 03 Apr 2025 15:48 WIB
- Semarang
KBRN, Magelang: Masyarakat Dusun Kedhitan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang mempunyai tradisi yang unik di hari keempat Lebaran. Mereka sengaja datang ke desa tetangga yakni di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, atau sekitar tujuh kilometer dari desanya.
Mereka melaksanakan tradisi “Sungkem Telompak” di sebuah mata air yang ada di Dusun Gejayan yang diyakini sebagai pertapaan Prabu Singobarong. Pimpinan Padepokan Wargo Budoyo, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Singgih Arif Kusnadi mengatakan, secara fisik, tradisi Sungkem Telompak merupakan bertemunya masyarakat dua dusun dan bersilaturahmi di saat Lebaran.
"Selain itu, secara spiritual mereka menjalankan semangat untuk melestarikan lingkungan yakni sumber air Telompak,“ katanya di sela-sela ritual Sungkem Telompak, Kamis(3/4/2025). Tradisi Sungkem Telompak ini menjadi puncak keramaian masyarakat setempat dalam merayakan Lebaran.
Selain itu juga sebagai ajang masyarakat setempat merawat lingkungan, terutama sumber air Telompak. Hal itu karena ada tradisi Sungkem Telompak , masyarakat Dusun Gejayan tidak menebangi pohon di sekitar mata air, sehingga mata air tersebut tetap lestari.
Sementara itu, sesepuh Dusun Keditan, Parto Wiyoto mengatakan, ritual tersebut telah dilaksaanakan secara turun temurun sejak 1932 silam. Ritual tersebut dilakukan agar semua warga Dusun Kedhitan mendapatkan kelimpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa melalui mata pencaharian warga dusun.
"Ketika itu, tahun 1932 terjadi paceklik di Kedhitan, mereka tidak bisa menanam apa-apa, tidak ada yang dipanen, air juga tidak ada. Saat itu musim kemarau berkepanjangan, warga setempat kemudian berdoa di mata air Telompak dan mendapatkan petunjuk dari penunggu mata air yang dikenal sebagai Prabu Singobarong," katanya.
Ia menambahkan, secara fisik tradisi tersebut merupakan bertemunya masyarakat dua dusun di lereng Gunung Merbabu untuk bersilaturahmi dan halal bil halal. Selain itu ,secara spiritual, juga untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan dan memohon keselamatan, kesehatan, serta rezeki .
“Ritual Sungkem Telompak ini mrupakan tradisi yang dilaksanakan setiap Lebaran. Apabila masyarakat Dusun Kedhitan tidak melaksanakan Sungkem Telompak, setelah itu ada bencana yang menimpa masyarakat Dusun Kedhitan,” ujarnya. (wiedyas)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....