UMKM 'Tanganku' Sulap Limbah Lokal Jadi Kerajinan Tembus Pasar Global
- 30 Sep 2026 10:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Pemanfaatan bahan-bahan lokal dan limbah di sekitar menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menciptakan produk kerajinan bernilai ekonomi. Salah satunya dilakukan 'Tanganku', yang mengolah eceng gondok, batok kelapa, kayu, bambu, hingga limbah benang dari ban menjadi berbagai produk handmade bernuansa etnik.
Pemilik etalase kerajinan asal Kabupaten Semarang, Kokos Trisada, mengatakan perjalannan Tanganku bermula saat dirinya melihat eceng gondok di Rawa Pening, hingga pecahan batok kelapa di pasar. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dengan sentuhan seni yang bernilai ekonomi, konsep tersebut menjadi upaya menciptakan produk yang berbeda sekaligus memiliki identitas.
"Ketika 2023 memulainya itu adalah membuat satu produk ekonomi kreatif yang bahan bakunya itu memang banyak terdapat di Kabupaten Semarang. Semuanya handmade tanpa menggunakan mesin sama sekali, tapi kita punya satu sistem keunikan singkatanya edan: etnik different, authentic, and natural," ujarnya pada RRI, Selasa, 29 September 2026.
Produk yang dibuat Tanganku antara lain aksesori, sandal etnik, tas, hingga produk dekorasi, dan telah dipasarkan ke sejumlah daerah tujuan wisata. Keunikan produk dengan konsep etnik dan limited edition menjadi salah satu strategi untuk menyasar pasar wisatawan mancanegara.
Pasar terbesar Tanganku saat ini berada di Bali, dengan produk kerajinan yang dibeli wisatawan dari berbagai negara sebagai cenderamata. Bahkan, harga sejumlah produk di pasar tersebut dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan harga di pasar lokal.
"Kita bermain dengan area-area lingkungan yang banyak tamu, orang-orang bule itulah yang menjadi target kita supaya mereka juga membeli menjadi souvenir. Tidak hanya di Bali, kita juga lagi prokes saat ini penjualan kita untuk di Danau Toba," katanya.
Untuk memperluas pasar global, Tanganku juga memanfaatkan media sosial dan sejumlah marketplace internasional. Selain itu, Tanganku tengah mempersiapkan keikutsertaan dalam pameran ASEAN Craft di Singapura dan Kuala Lumpur.
"Jadi ASEAN Craft itu adalah tempat ngumpulnya para penggiat Craft yang ada di Asia Tenggara," ujarnya. Ia menilai, pelaku UMKM tidak harus memulai usaha dengan modal besar, tetapi perlu jeli melihat potensi bahan baku di lingkungan sekitar serta terus melakukan inovasi dan membangun jejaring.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....