Dukung E-commerce, Desa Wates Tampilkan Inovasi Senawa di Wonotunggal Expo

  • 28 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Pemerintah Desa Wates, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, memanfaatkan teknologi digital untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memasarkan produk lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui aplikasi Senawa atau Sentra Ekonomi dan Informasi Desa Wates yang dikembangkan sebagai bagian dari konsep Desa Digital.

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dalam gelaran Wonotunggal Expo 2026 di Alun-alun Wonotunggal, Jumat 28 Agustus 2026. Aplikasi Senawa tidak hanya menyediakan informasi mengenai desa, tetapi juga dilengkapi fitur yang memungkinkan produk UMKM warga dipromosikan kepada konsumen.

Kepala Desa Wates, Wahyono, mengatakan aplikasi Senawa dikembangkan untuk mempermudah pelayanan sekaligus memperluas akses pemasaran produk masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mempromosikan produk UMKM sehingga berpeluang dikenal konsumen dari luar daerah.

“Aplikasi Senawa ini banyak manfaatnya, ada profil desa, media menyampaikan kritik saran dan informasi pembangunan desa. Yang terbaru, kami padukan dengan fitur UMKM, untuk membantu memasarkan produk lokal warga Wates, dengan mengunduh aplikasi tersebut,” ujarnya saat ditemui di stan Desa Wates, Wonotunggal Expo, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurut Wahyono, produk yang dipasarkan melalui Senawa harus memenuhi standar kualitas tertentu. Salah satunya dengan memiliki sertifikat halal. Saat ini, terdapat sekitar 40 UMKM di Desa Wates yang produknya telah mengantongi sertifikat halal.

“Untuk menjaga kualitas, produk yang akan dipromosikan melalui Senawa haruslah memiliki sertifikat halal. Dan di Wates sudah ada 40 UMKM yang produknya telah bersertifikat halal,” jelasnya.

Produk yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut cukup beragam, terutama makanan ringan dan berbagai olahan UMKM. Di antaranya aneka keripik, kue, serta produk makanan khas lainnya yang dihasilkan pelaku usaha Desa Wates.

Wahyono menegaskan, pemerintah desa berupaya menjadi penghubung antara pelaku UMKM dengan konsumen. Dengan memanfaatkan platform digital, produk warga diharapkan tidak hanya dipasarkan di lingkungan desa, tetapi juga mampu menjangkau wilayah sekitar.

“Kami murni menjembatani para pelaku UMKM desa agar produknya laku terjual, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga desa tetangga. Alhamdulillah omzet mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta,” ungkapnya.

Keberadaan aplikasi Senawa juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Wates mengembangkan pelayanan berbasis teknologi. Konsep Desa Digital diterapkan tidak hanya untuk penyampaian informasi pemerintahan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu pengunjung Wonotunggal Expo, Suwarjiyani, warga Wonotunggal, mengapresiasi semakin beragamnya produk desa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, produk UMKM dari desa-desa di Kecamatan Wonotunggal memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Produk-produk desa di Wonotunggal tidak kalah unik untuk dibeli dan menjadi event yang selalu ditunggu-tunggu, karena semakin tahun semakin ramai. Saya kalau ke sini mesti beli sambal terasi itu kesukaan cucu buat oleh-oleh pas ke Semarang,” ujarnya.

Ia berharap produk yang dipasarkan masyarakat desa ke depan semakin beragam, tidak hanya makanan ringan. Menurutnya, produk kebutuhan sehari-hari seperti sayuran dan bumbu dapur juga memiliki peluang untuk dikembangkan karena lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini sudah bagus ada sayuran dan bumbu dapur. Harganya juga lebih murah dibandingkan di tempat lain,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....