Liam Florist Tembus 10.000 Penjualan Buket Berkat Strategi Digital
- 19 Agt 2026 11:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemanfaatan pemasaran digital dan marketplace membawa Liam Florist mencatat lebih dari 10.000 penjualan buket. Usaha yang dirintis dari sebuah kos kecil saat pandemi Covid-19 itu kini berkembang hingga memiliki tiga cabang di Semarang dan Rembang.
Owner Liam Florist, Lia Masruroh, mengatakan marketplace menjadi salah satu pintu awal bagi usahanya untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Saat itu, penjual buket di marketplace masih relatif sedikit sehingga ia melihat peluang untuk mengembangkan bisnis secara daring.
Lia kemudian memanfaatkan Shopee untuk memasarkan produk-produknya. Strategi tersebut perlahan meningkatkan penjualan sekaligus membantu Liam Florist membangun reputasi di marketplace hingga meraih status Star Seller Plus.
Menurutnya, pemasaran digital menjadi bagian penting dalam perkembangan Liam Florist. Selain marketplace, media sosial seperti Instagram dan TikTok turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Produk yang ditawarkan Liam Florist cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pilihannya antara lain buket artifisial, buket uang, buket cokelat, flower box, hingga acrylic flower.
Liam Florist juga menyediakan fresh flower dengan harga mulai Rp5.000. Harga tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan mahasiswa yang menjadi salah satu target pasarnya.
“Fresh flower kami mulai dari Rp5.000. Jadi, kami sesuaikan juga dengan kebutuhan dan anggaran mahasiswa,” kata Lia.
Saat ini, salah satu produk yang banyak diminati pelanggan adalah buket tambelina dan buket dengan harga Rp35.000. Kedua produk tersebut kerap dipilih sebagai hadiah untuk berbagai momen, seperti sidang, wisuda, maupun perayaan khusus lainnya.
Menurut Lia, penggunaan media sosial juga memberikan dampak terhadap jangkauan pasar Liam Florist. Konten yang dibagikan melalui Instagram dan TikTok membuat produk lebih mudah dikenal oleh pelanggan di luar wilayah Semarang dan Rembang.
Bahkan, ia menyebut ada pelanggan yang tetap memilih membeli produk Liam Florist meskipun harus membayar ongkos kirim yang cukup tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pemasaran digital mampu memperluas pasar usaha.
Dari usaha yang awalnya dirintis di sebuah kos kecil saat pandemi, Liam Florist kini telah berkembang dengan tiga cabang. Perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi Lia untuk terus memperluas usaha.
Ke depan, Liam Florist menargetkan dapat membuka lebih banyak cabang sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional. Lia juga akan terus memanfaatkan berbagai kanal digital untuk mendukung target tersebut.
Saat ini, pelanggan dapat melakukan pemesanan secara langsung melalui toko maupun melalui marketplace dan platform digital, termasuk Shopee dan TikTok Shop. Dengan kombinasi pemasaran digital dan marketplace, Liam Florist berupaya mempertahankan pertumbuhan sekaligus menjangkau lebih banyak pelanggan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....