UMKM Kopi Binaan BI Tegal Tembus Eropa, Raup Kontrak Ekspor Rp2,9 Miliar

  • 22 Jul 2026 16:06 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • BI Tegal memastikan pembinaan UMKM akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, guna memperluas promosi produk unggulan daerah
  • Tiga UMKM kopi asal Kabupaten Pekalongan sukses menembus pasar Eropa dengan mengantongi kontrak business matching senilai Rp2,9 milia
  • Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) Surabaya.

RRI.CO.ID, Pekalongan – Pendampingan yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali membuahkan hasil nyata. Tiga UMKM kopi asal Kabupaten Pekalongan sukses menembus pasar Eropa dengan mengantongi kontrak business matching senilai Rp2,9 miliar melalui ajang Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) Surabaya.

Keberhasilan tersebut diungkapkan Kepala KPw BI Tegal, Bimala, dalam kegiatan Networking dan Penguatan Bank Indonesia dengan Media di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026 malam. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mampu bersaing di pasar global ketika mendapatkan pendampingan yang konsisten dan terarah.

"Alhamdulillah, salah satu petani kopi binaan kami, Lumbung Kopi Nusantara di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, berhasil melakukan business matching perdagangan dengan Yunani senilai Rp1,4 miliar yang pengirimannya akan dilakukan pada Agustus mendatang. Selain itu juga berhasil menjalin kerja sama dengan Prancis senilai Rp1,5 miliar," ujar Bimala.

Tak hanya membuka jalan ekspor, BI Tegal juga memfasilitasi business matching pembiayaan antara UMKM Kopi Curug Genteng dengan Bank Mandiri. Akses pembiayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi agar pelaku usaha dapat memenuhi permintaan pasar internasional yang terus meningkat.

Bimala menegaskan, keberhasilan menembus pasar Eropa bukan diraih secara instan. Selama ini BI Tegal melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan pemasaran, hingga memastikan produk mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan pembeli luar negeri.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Sekolah Iklim Kopi. Program ini membekali petani dengan kemampuan membaca perubahan iklim dan menyesuaikan teknik budidaya sehingga kualitas maupun produktivitas kopi tetap terjaga.

"Petani kami dampingi bagaimana memahami perubahan iklim, kemudian meresponsnya melalui perbaikan proses budidaya. Selain itu, kami juga memperkuat pemasaran dan kelembagaannya agar mampu memenuhi kapasitas yang diminta buyer," katanya.

Menurut Bimala, keberhasilan menembus pasar Yunani dan Prancis menjadi indikator bahwa petani dan UMKM kopi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan telah naik kelas. Mereka dinilai tidak hanya mampu menghasilkan kopi berkualitas, tetapi juga memenuhi standar perdagangan internasional.

"Ini menunjukkan petani kita sudah naik kelas. Itu yang membuat kami tidak pernah lelah mendampingi UMKM," katanya.

Ke depan, BI Tegal memastikan pembinaan UMKM akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media. Hal ini guna memperluas promosi produk unggulan daerah.

Selain sektor kopi, pendampingan juga difokuskan pada sektor pertanian, kuliner, dan batik sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk unggulan wilayah eks Karesidenan Pekalongan di pasar nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....