Dhievine Batik Padukan Tradisi dan Gaya Modern Lewat Kebaya
- 10 Jul 2026 07:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perkembangan kebaya sebagai pakaian tradisional Indonesia, kini semakin berkembang dan bahkan semakin menyesuaikan zaman. Melihat ini menjadi sebuah fesyen yang cukup timeless, Dhievine Batik hadir dengan pendekatan yang cocok untuk kaum urban tanpa meninggalkan pakem kebaya itu sendiri.
Widya Andhika sebagai fashion designer Dhievine Batik menceritakan, bisnis ini sudah dimulainya sejak tahun 2009. Bisnis yang dimulainya sejak masih berkuliah ini, namanya diambil dari panggilannya saat masih kecil dan memiliki filosofi tersendiri baginya yaitu bertumbuh bersama.
“Aku gabungin tuh Dhie sama Vine, jadi Dhie itu karena dari namaku sendiri kan dan Vine itu tumbuhan yang merambat, mengakar, menyalur keatas dan kebawah. Jadi aku pengen filosofi dibalik nama brand aku adalah, Widya Andhika Aji atau Dhie yang bertumbuh dan mengakar kemana-mana,” jelasnya dalam program Santai Siang PRO 2 Semarang, Jumat, 3 Juli 2026.
Ketertarikan Dhika terhadap kebaya dan batik modern, ternyata berawal dari aktivitasnya dulu saat mengantar sang ibu ke pasar. Ia tertarik melihat ibu-ibu buruh gendong, yang menggunakan kebaya dan jarik, namun ia ingin agar pakaian tersebut lebih modern dan bisa digunakan dimana saja.
“Jaman segitu kan emang pilihannya masih terbatas ya, kayak when you want wear something traditional sesuatu kayak jarik atau batik. Itu kamu cuma bisa menemukannya di toko-toko batik yang it’s not modern enough and it’s not easy to mix and match, jadi aku merasa ini problem yang harus aku selesaikan,” ujarnya.
Ide tersebut ia kemukakan pada sang ibu yang kemudian menyetujuinya, dan disitulah Dhika memulai tahap pengembangan produknya. Ia mencoba mencari kira-kira seperti apa kebaya dan jarik yang diinginkan, namun tanpa meninggalkan kenyamanan dan pakem yang ada.
“Karena mereka biasanya kan tebel, atau bahan-bahan yang dipilih itu bahan-bahan yang dipakai untuk orang kantoran. Sebenarnya it’s not a problem gitu lho, asalkan di cutting tertentu bisa dibuat nyaman gitu,” ucapnya.
Jika biasanya kebaya yang ada memiliki bentuk yang kurang form fitted, Dhika mencoba membuat yang lebih nyaman untuk digunakan sehari-hari. Jenis produk yang dibuatnya juga cukup beragam dan timeless, menurutnya ini juga menjadi salah satu kunci jenamanya bisa bertahan hingga saat ini.
“Kenapa Dhievine itu survive this long, karena di Dhievine sendiri desain-desain yang timeless. Jadi kayak kebaya kartini atau kebaya kutubaru tapi warnanya putih atau item, jadi kita we do basic colors dan variety-nya di warna-warna tapi masih pakem,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....