Terasi Oven Asal Rembang Tembus Pasar Luar Negeri
- 30 Jun 2026 14:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang- Produk Terasi Oven Alyssa asal Desa Sidowayah, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, berhasil menembus pasar internasional. Produk olahan UMKM tersebut kini dipasarkan hingga Hong Kong dan Qatar, bahkan mulai menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara lain.
Pemilik Terasi Oven Alyssa, Dian Nurshintorini, menceritakan ide mengembangkan terasi kemasan lahir dari pengalaman saat masih kuliah di Universitas Diponegoro Semarang. Kala itu, ia membawa terasi dari Rembang untuk dijual kepada teman-temannya demi menambah biaya hidup.
Namun, aroma terasi yang menyengat kerap memicu keluhan penumpang dan sopir bus. Pengalaman itu mendorong Dian mencari cara agar terasi lebih praktis dibawa tanpa mengganggu orang di sekitarnya.
Ia kemudian mengembangkan inovasi dengan mengoven terasi hingga lebih kering sehingga lebih awet, tidak mudah berjamur, dan aromanya berkurang. Produk tersebut selanjutnya dikemas dalam wadah kecil yang disegel sehingga lebih praktis digunakan maupun dibawa bepergian.
Usaha itu mulai berkembang setelah Dian menetap di Tangerang Selatan pada 2012. Melalui promosi dari mulut ke mulut, kemudian memanfaatkan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram, jangkauan pemasarannya semakin luas.
Saat pandemi Covid-19, Dian melengkapi legalitas usahanya dengan mengurus PIRT, sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga hak merek dagang. Langkah tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya.
Peluang pasar internasional mulai terbuka pada 2021 ketika sampel produk dikirim ke Hong Kong melalui kerabat yang bekerja di Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Respons positif dari warga Indonesia di sana membuat permintaan terus berdatangan.
Selain Hong Kong, produk Terasi Oven Alyssa juga dipasarkan ke Qatar melalui jaringan rekan kerja. Menurut Dian, banyak warga Indonesia di luar negeri yang mencari cita rasa terasi khas Indonesia sehingga produk asal Rembang mendapat sambutan baik.
Pada 2025, Dian juga mengikuti kegiatan penjajakan ekspor ke Afrika bersama calon pembeli dari Kenya. Meski demikian, realisasi ekspor dalam jumlah besar masih terkendala sistem pembayaran dari calon pembeli yang sebagian meminta barang dikirim tanpa uang muka.
Saat ini Terasi Oven Alyssa dipasarkan secara daring maupun melalui toko oleh-oleh dan jaringan reseller. Produksi harian mencapai 50 hingga 100 botol dengan permintaan yang meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri dan Tahun Baru.
Keberhasilan produk UMKM ini juga mendapat tanggapan dari Sub Koordinator Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Darmuji. Ia mengatakan Terasi Oven Alyssa menjadi salah satu UMKM yang berhasil menghadirkan produk terasi dengan kemasan modern.
Menurut Darmuji, peluang ekspor produk terasi asal Rembang masih terbuka lebar. Bahkan, pernah muncul permintaan dari Jerman dan sejumlah negara di Afrika, meski hingga kini belum dapat dipenuhi karena kapasitas produksi UMKM masih terbatas.
Pemerintah Kabupaten Rembang terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari fasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) hingga pelatihan digital branding dan digital marketing. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk UMKM Rembang di pasar nasional maupun internasional. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....