Samuel Wattimena Bagikan Tips UMKM Salatiga Bertahan di Era Digital

  • 28 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Salatiga diimbau untuk jeli memanfaatkan data potensi pasar di lingkungan terdekat sebagai modal awal bersaing di ekosistem digital. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, dalam acara bertema "Strategi Bertahan dan Berkembang bagi UMKM di Era Digital" yang digelar di GKI Salatiga, Minggu 28 Juni 2026.

Samuel mengingatkan bahwa penguasaan data dari lingkungan terkecil sangat penting untuk mendapatkan feedback langsung mengenai kualitas produk sebelum merambah pasar yang lebih luas. Banyak pelaku usaha lokal yang terlalu fokus mengejar pasar luar daerah, namun mengabaikan potensi konsumen di depan mata yang sebenarnya jauh lebih mudah dipetakan.

"Kami harus langsung bermain data dari perkumpulan terdekat, seperti komposisi gender hingga kategori usia anggota komunitas," ujar Samuel saat memberikan pemaparan. Dari pemetaan data tersebut, pelaku usaha dapat membaca kebutuhan riil pasar lokal serta mengukur sejauh mana ketertarikan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan.

Desainer senior ini membagikan tips agar UMKM wajib mengukur kemampuan dan kapasitas produksi sebelum memutuskan terjun ke platform e-commerce. "Jadi begitu kita main digital, kita harus siap dengan kapasitas kita dan kita juga harus siap dengan strategi," tegas legislator dari Komisi VII tersebut.

Tips berikutnya yang tidak kalah penting adalah menggali keunikan produk berbasis makna dan menghindari mentalitas sekadar meniru (copycat) usaha orang lain. Samuel menyayangkan fenomena di mana pelaku usaha kerap latah ikut-ikutan memproduksi barang yang sedang tren hanya demi mengejar keuntungan materi.

"Akhirnya tidak ada spesifikasi, ini salah satu kelemahan di UMKM karena begitu kita punya gagasan yang unik, yang jiplak itu bisa langsung banyak," tambah Samuel menjelaskan tantangan di pasar digital. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa adanya proteksi keunikan produk, pelaku usaha lokal hanya akan menjadi penyumbang gagasan yang kalah bersaing dengan kompetitor bermodal besar.

Selain keunikan, ia juga menyarankan pelaku usaha untuk mengutamakan penggunaan bahan baku yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal. Langkah taktis ini dipercaya mampu memangkas biaya operasional (cost) secara signifikan sehingga harga produk tetap memiliki daya saing yang sehat.

Melalui strategi penguatan data dan penguasaan pasar domestik terkecil ini, UMKM Salatiga diharapkan mampu menciptakan produk yang adaptif serta berdaya saing tinggi. Dengan fondasi konsumen lokal yang loyal, sektor usaha kreatif ini diyakini akan jauh lebih tangguh dalam menghadapi ketatnya guncangan ekonomi digital. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....