Kisah Kopi Warak, Angkat Identitas Semarang Lewat Produk Lokal
- 31 Mei 2026 18:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Produk lokal dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu mengangkat identitas dan keunikan daerah asalnya. Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi yang diterapkan pelaku usaha Kopi Warak Gunungpati dalam membangun merek sekaligus memperkenalkan potensi kopi lokal Semarang.
Pelaku usaha Kopi Warak, Albert Marbun, mengatakan usahanya berangkat dari keinginan untuk menghadirkan produk kopi yang memiliki keterikatan dengan Kota Semarang. Menurutnya, identitas daerah dapat menjadi nilai tambah yang membedakan produk dari kompetitor.
“Kalau saya kopi misalnya, kenapa saya bilang Kopi Warak Gunungpati. Karena saya mau mengangkat kopi khas Semarang,” kata Albert saat diwawancarai RRI, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menjelaskan, konsep tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan strategi pemasaran. Alih-alih menyasar pasar ritel modern, Kopi Warak Gunungpati lebih banyak dipasarkan melalui pusat oleh-oleh karena dinilai sesuai dengan karakter produk yang membawa identitas daerah.
Menurut Albert, wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah umumnya mencari produk khas setempat sebagai buah tangan. Karena itu, produk yang memiliki cerita dan keterkaitan dengan daerah asal akan lebih mudah menarik perhatian konsumen.
“Kalau kita datang ke satu daerah, kita cari kopi yang dari daerah itu. Jadi saya buat Kopi Warak Gunungpati,” ujarnya.
Dalam mengembangkan usaha tersebut, Albert juga berupaya menggandeng kopi dari sejumlah wilayah di sekitar Semarang dan Jawa Tengah. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat ekosistem kopi lokal sekaligus memperkenalkan potensi hasil perkebunan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia menilai masih banyak peluang yang dapat dikembangkan dari produk-produk khas daerah. Namun, pelaku usaha perlu berani membangun identitas yang kuat agar produknya memiliki posisi yang jelas di pasar.
Selain menjadi sumber pendapatan, usaha yang dibangun berdasarkan potensi lokal juga dapat memberikan kebanggaan tersendiri bagi pelakunya. Menurut Albert, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusinya dalam memperkenalkan daerah asal.
“Kebanggaan itu tidak semata-mata diukur dengan uang. Akan lebih baik kalau kita ada visi yang kita bangun dan itu tercapai,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu menggali keunggulan lokal daerah masing-masing untuk dijadikan produk unggulan. Dengan identitas yang kuat dan strategi pemasaran yang tepat, produk lokal diyakini mampu bersaing dan memiliki pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....