Pati Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Sistem Ekraf Digital Terintegrasi

  • 22 Mei 2026 10:36 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • KEK Kabupaten Pati Integrasikan Talenta dan Industri

RRI.CO.ID, Pati — Kabupaten Pati memperkuat transformasi ekonomi kreatif melalui penerapan sistem ekonomi kreatif (ekraf) digital terintegrasi. Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan dunia pendidikan, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, hingga mentor dalam satu ekosistem digital guna meningkatkan daya saing ekonomi kreatif daerah.

Penguatan sistem ekraf digital tersebut menjadi bagian dari program kolaboratif Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati. Implementasi sistem diperkenalkan dalam pelatihan dan penerapan sistem ecraft terintegrasi untuk meningkatkan daya saing UMKM di Ruang Rapat Penjawi Setda Pati, Kamis, 21 Mei 2026.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad mengatakan keterhubungan data lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif modern. Menurutnya, potensi sumber daya manusia kreatif perlu dihubungkan langsung dengan kebutuhan industri dan pelaku usaha.

“Pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterhubungan data lintassektor yang kuat. Lulusan desain, kuliner, animasi, hingga video kreatif dapat langsung terkoneksi dengan kebutuhan pelaku UMKM,” ujar Iqbal.

Melalui sistem tersebut, lulusan dari berbagai bidang kreatif diharapkan lebih mudah terhubung dengan peluang kerja maupun kebutuhan pasar. Selain itu, pelaku usaha kreatif juga dapat memperoleh akses lebih cepat terhadap jaringan kolaborasi, pelatihan, dan pendampingan usaha.

Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muria Kudus, Arief Susanto menjelaskan platform ekraf berbasis web tersebut dikembangkan untuk mempercepat kolaborasi digital antarpelaku ekonomi kreatif. Sistem tersebut memadukan layanan sertifikasi, katalog produk, inovasi masyarakat, hingga pelatihan berbasis teknologi dalam satu platform terpadu.

“Kemudahan akses sertifikasi akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi kreatif daerah berkelanjutan nasional. Pelaku ekraf membutuhkan pendampingan terstruktur agar proses sertifikasi lebih murah, mudah, serta terhindar praktik merugikan,” ujar Arief.

Pemerintah dan Komite Ekonomi Kreatif Pati berharap sistem digital terintegrasi tersebut mampu memperkuat bonus demografi melalui kolaborasi produktif antara pendidikan dan industri kreatif. Penguatan ekosistem berbasis teknologi dinilai menjadi strategi penting untuk mempercepat daya saing ekonomi kreatif Pati di pasar nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....