Bandungan Punya Pasar Bunga Tematik, BUMDes Jetis Gerakkan Ekonomi Warga
- 18 Mei 2026 19:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, terus mengoptimalkan potensi lokal untuk menggerakkan perekonomian warga. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun pasar tematik bunga potong yang kini menjadi penggerak ekonomi di kawasan wisata Bandungan.
Direktur BUMDes Desa Jetis, Purnomo, mengatakan Desa Jetis memiliki posisi strategis karena berada di kawasan wisata Bandungan yang dikelilingi objek wisata alam, budaya, serta sentra pertanian tanaman hias, bunga, dan sayuran. Potensi tersebut kemudian dijadikan dasar pengembangan usaha desa.
“Bandungan dikenal sebagai kawasan wisata dan sentra pertanian tanaman hias, bunga, sayuran, dan lain sebagainya. Kami melihat ini sebagai modal utama, sehingga strateginya adalah menghubungkan langsung potensi lokal dengan kebutuhan wisata,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Purnomo, pasar bunga tematik mulai dibangun sejak 2021 melalui koordinasi antara pemerintah desa, perkumpulan pedagang bunga, dan masyarakat sekitar. Pasar tersebut kini tidak hanya melayani pedagang dari Bandungan, tetapi juga wilayah lain di Kabupaten Semarang.
“Pasar tematik bunga potong ini sekarang menjadi pusat pemasaran bunga. Bukan hanya untuk Bandungan, melainkan juga digunakan teman-teman dari Ambarawa, Sumowono, dan sekitarnya,” jelasnya.
BUMDes Jetis juga mengelola berbagai aktivitas ekonomi pendukung di kawasan pasar, mulai dari persewaan kios, pengelolaan parkir, ojek pasar, hingga pengelolaan sampah. Selain itu, BUMDes turut mengembangkan usaha agen pembayaran (Payment Point Online Bank/PPOB) serta suplai sayur dan buah.
Meski masih berskala rintisan, Purnomo menilai pasar bunga telah menciptakan perputaran ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat. Kehadiran pasar juga membuka peluang usaha baru dan memperkuat keterlibatan warga dalam kegiatan ekonomi desa.
“Setelah adanya pasar, ada perputaran uang dan keuntungan yang dirasakan masyarakat Desa Jetis. Warga sekarang sangat mendukung keberadaan BUMDes,” ungkapnya.
Ke depan, BUMDes Jetis juga menyiapkan pengembangan wisata edukasi berbasis pertanian dan lingkungan. Program tersebut akan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari edukasi penanaman, panen, hingga pengelolaan sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa wisata.
Purnomo berharap pemerintah terus memberikan pendampingan bagi BUMDes agar mampu berkembang sesuai potensi desa masing-masing. Menurutnya, penguatan usaha desa membutuhkan waktu, kolaborasi, dan dukungan berkelanjutan agar desa semakin mandiri secara ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....