Ramaikan! UMKM Grande 2026 Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat Jateng

  • 29 Apr 2026 17:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia Jawa Tengah kembali menggelar UMKM Grande di Atrium Paragon Mall Semarang pada 7–11 Mei 2026. Ajang tahunan ke-8 ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui penguatan sektor perdagangan dan pemberdayaan UMKM.

Konsep Grande yang berarti Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor menjadi fondasi utama dalam pengembangan UMKM. Pendekatan ini bertujuan membawa pelaku usaha naik kelas hingga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Noor Nugroho menyebut fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan daya saing UMKM berbasis keberlanjutan dan digitalisasi. Pemanfaatan teknologi didorong untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Disebutkannya, ada 75 UMKM unggulan yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, kriya, wastra, fesyen, furnitur, hingga kopi.

"UMKM yang kita tampilkan ini juga punya kualitas ekspor. Baik yang sudah melaksanakan ekspor sendiri ataupun nanti mudah-mudahan bisa membuka pasar dengan hadirnya misalnya investor asing," ujarnya, usai konferensi pers di kantornya, Rabu 29 April 2026.

Selain pameran, UMKM Grande juga menghadirkan fasilitas business matching yang membuka peluang kerja sama bisnis, termasuk pemesanan dalam jumlah besar dan akses pembiayaan dari perbankan. Program akses keuangan juga diperkuat melalui inisiatif “AKU BISA SEJAHTERA” yang merupakan sinergi Bank Indonesia, OJK, dan perbankan untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan UMKM.

Berbagai workshop dan talk show turut digelar untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Topik yang diangkat meliputi pengolahan produk berkelanjutan, pertanian terintegrasi, hingga pengembangan wastra nusantara.

Puncak acara akan diisi dengan Semarak Jateng yang menampilkan fashion show dan apresiasi produk kriya daerah. Kegiatan ini melibatkan 35 kabupaten/kota sebagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Dekranasda.

Edukasi publik juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Materi yang disampaikan mencakup Cinta Bangga Rupiah, perlindungan konsumen, serta penggunaan pembayaran digital.

Untuk menarik minat pengunjung, berbagai kompetisi turut diselenggarakan. Di antaranya lomba seduh kopi, tantangan keluarga, hingga lomba foto dan video produk UMKM.

Sejumlah inovasi baru juga dihadirkan pada UMKM Grande 2026. Mulai dari sustainability hub, kalkulator emisi karbon, hingga penguatan produk berbasis daur ulang.

"Jadi mudah-mudahan ini bisa meningkatkan awareness masyarakat terkait dengan pelestarian lingkungan ya untuk mengurangi apa namanya polusi dan sebagainya. Jadi kita bisa mengetahui kira-kira setiap hari itu kita mengeluarkan berapa emisi karbon sih apakah bisa kita kurangi atau tidak," tuturnya.

Kegiatan live selling juga diperkenalkan untuk memperluas jangkauan pasar UMKM. Melalui kolaborasi dengan afiliator, produk dapat dipasarkan secara digital kepada konsumen yang tidak hadir langsung.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, UMKM Grande diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....