Pengrajin Gerabah Kendal Masih Bertahan di Era Kemajuan Zaman
- 18 Apr 2026 11:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Beberapa orang pengrajin gerabah di Kelurahan Langenharjo, Kendal hingga kini masih tetap bertahan. Kampung Gerabah yang berada di tengah Kota Kendal itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka.
Kawasan itu dikenal dengan Kampung Gerabah, karena hampir semua rumah memproduksi barang-barang gerabah. Pada masa kejayaan hingga tahun 1980-an, ada 150 rumah lebih yang membuat gerabah.
Seiring dengan perkembangan zaman, dengan banyaknya peralatan dapur dari plastik, barang-barang gerabah mulai ditinggalkan. Saat ini, tinggal 15 rumah yang masih bertahan membuat gerabah.
Salah satunya, Rusmadi (74) dengan dibantu salah satu putranya, Rosyid Ridho (30) masih aktif membuat gerabah. Dengan peralatan manual seadanya, setiap hari membuat gerabah, seperti cobek, kendil, kuali, pot, gentong, guci dan lainnya sesuai pesanan.
Rusmadi mengatakan, gerabah yang dibuat, sesuai pesanan, terutama pesanan para pedagang gerabah untuk dijual ke pasar. Ada juga pesanan dari perseorangan yang menyukai barang antik.
"Kalau yang dijual di pasar, mulai harga lima ribuan seperti cobek hingga puluhan ribuan, tapi kalau pesanan perorangan biasanya harga ratusan ribu, karena bentuknya rumit. Seperti guci dan gentong besar," jelasnya.
Rusmadi mengatakan, ia mulai belajar membuat gerabah pada tahun 1976 dengan mengikuti pelatihan. Peralatan yang ada sekarang merupakan peninggalan orang tuanya.
"Pernah ada bantuan peralatan pada zaman Presiden Soeharto, tapi sampai sekarang belum ada bantuan lagi," ujarnya. Rosyid menambahkan, masih ada beberapa bakul gerabah yang mengambil gerabah untuk dijual ke pasar.
Oleh karena setiap hari membuat gerabah sebagai stok, jika sewaktu-waktu bakul langganannya datang. "Bakul gerabah itu masih sekitar Kendal, Pegandon, Cepiring dan Kaliwungu," ujarnya.
Kepala Kelurahan Langenharjo, Jupriyono berharap, pengrajin gerabah harus dipertahankan, karena merupakan tradisi turun-temurun. Oleh karena itu, pihkanya terus berupaya mengangkat kembali kerajinan gerabah ini, dengan mengikutkan pada kegiatan kelurahan maupun pameran. "Harapannya, Pemda Kendal, terutama OPD terkait lebih memperhatikan para pengrajin gerabah," harapnya. (FR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....