Pasar Wangi, Cara Baru Anak Muda Menghidupkan Pasar Tradisional
- 06 Apr 2026 12:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Bagi sebagian generasi muda, pasar tradisional kerap dianggap kurang praktis dan tidak lagi relevan dengan gaya hidup saat ini. Kondisi tersebut mendorong Dhanti, founder Pasar Wangi Semarang menghadirkan konsep pelestarian pasar tradisional dengan pendekatan modern.
Pasar Wangi hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai tradisional dan gaya hidup generasi muda yang lebih dinamis. Hal tersebut disampaikannya dalam program siaran SPADA PRO 2 RRI Semarang, Senin, 6 April 2026.
Dhanti mengungkapkan, Pasar Wangi berangkat dari pengalaman hidupnya yang lekat dengan pasar tradisional. “Dari kecil sampai sekarang, kami hidup dari denyut nadi pasar tradisional, jadi tidak bisa terlepas dari itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pasar Wangi merupakan proyek untuk melestarikan pasar tradisional dengan pendekatan kekinian. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pop-up market berbasis budaya dan keberlanjutan agar lebih mudah diterima generasi muda.
Pasar Wangi sendiri telah berjalan selama satu tahun dan rutin digelar setiap bulan. Kegiatan ini telah berlangsung sebanyak 12 kali dan terus menunjukkan perkembangan, baik dari sisi konsep maupun partisipasi.
Inisiatif ini lahir dari kekhawatiran akan semakin jauhnya generasi muda dari akar budaya lokal, termasuk pasar tradisional. “Kami tidak ingin generasi sekarang tercerabut dari budaya lokal dan pasar tradisional, spirit-nya tetap sama, hanya penyampaiannya yang lebih kekinian,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Pasar Wangi tidak hanya menghadirkan aktivitas jual beli, tetapi juga mengangkat nilai budaya melalui berbagai elemen. Salah satunya adalah anjuran bagi pengunjung dan tenant untuk mengenakan busana tradisional sebagai bentuk pengingat identitas budaya.
Selain itu, Pasar Wangi juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Seluruh tenant diwajibkan menggunakan kemasan berkelanjutan dan menghindari bahan plastik sekali pakai, sejalan dengan semangat eco-cultural yang diusung.
Untuk menarik minat pengunjung, Pasar Wangi menghadirkan berbagai aktivitas tambahan, mulai dari sesi kebugaran, talkshow inspiratif, hingga workshop keterampilan. Kegiatan ini dirancang agar pengunjung dari berbagai kalangan usia dapat menikmati pengalaman yang lebih dari sekadar berbelanja.
Dhanti mengajak masyarakat untuk kembali menghargai pasar tradisional sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Dengan datang ke pasar tradisional saja, itu sudah menjadi langkah untuk nguri-nguri pasar tradisional,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....