Jalan-jalan ke Desa Wisata Borobudur, Menyusuri Rasa di Balik Rengginang Bu Yatin

  • 03 Apr 2026 14:01 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Rengginang Bu yatin

RRI.CO.ID, Semarang - Suasana pagi di Desa Wisata Wanurejo, kawasan Candi Borobudur, pada Jumat 27 Maret 2026 lalu terasa berbeda. Tidak hanya deretan rumah warga yang tertata rapi, tetapi juga aroma khas beras ketan yang dijemur di halaman rumah produksi milik Bu Yatin.

Di tempat sederhana ini, wisata tak lagi sekadar melihat. Melainkan merasakan langsung proses lahirnya salah satu camilan tradisional yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern: rengginang.

Di balik renyahnya rengginang Bu Yatin, tersimpan cerita ketekunan dan kearifan lokal. Wisatawan yang datang tak hanya membeli sebagai oleh-oleh, tetapi juga diajak masuk ke dapur produksi.

Rengginang Bu Yatim siap untuk dijemur

Mereka menyaksikan bagaimana beras ketan yang telah dikukus dibumbui, dicetak, lalu dijemur di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sebelum digoreng. Proses yang tampak sederhana ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Menariknya, pengalaman di Wanurejo tidak berhenti pada aktivitas melihat. Pengunjung diberi kesempatan mencoba langsung membuat rengginang. Mulai dari membentuk adonan hingga menata hasil cetakan di tampah bambu. Tawa pun pecah saat bentuk rengginang buatan wisatawan tak selalu sempurna.

Namun justru di situlah letak keseruannyainteraksi hangat antara tamu dan warga yang menciptakan pengalaman wisata yang autentik. Bu Yatin, yang telah puluhan tahun menggeluti usaha ini, mengaku senang dengan antusiasme wisatawan.

Camilan dan snack rengginang Bu Yatin

Baginya, kehadiran pengunjung bukan hanya soal peningkatan penjualan, tetapi juga cara memperkenalkan tradisi kepada generasi baru. “Kalau orang cuma beli, mungkin cepat lupa. Tapi kalau ikut bikin, pasti ingat,” ujarnya sambil tersenyum.

Desa Wisata Wanurejo sendiri kini berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan penyangga Borobudur.

Konsep wisata berbasis masyarakat menjadikan warga sebagai pelaku utama. Mulai dari homestay, kerajinan, hingga kuliner seperti rengginang Bu Yatin, semuanya menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan.

Bagi wisatawan, pengalaman ini menghadirkan perspektif baru tentang perjalanan.

Bahwa liburan tak melulu tentang destinasi besar, tetapi juga tentang cerita kecil yang menghidupkan perjalanan itu sendiri. Dari sejumput ketan yang dibentuk dengan tangan, hingga renyahnya rengginang yang dinikmati hangat, Wanurejo menawarkan lebih dari sekadar oleh-oleh ia menyajikan kenangan yang bisa dibawa pulang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....