Pedagang Ungaran Ungkap Ramainya Belanja saat Lebaran

  • 29 Mar 2026 08:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Menjelang Lebaran, aktivitas belanja pakaian mengalami peningkatan signifikan di berbagai daerah. Momen ini menjadi puncak penjualan bagi pedagang busana muslim dan pakaian keluarga.

Pedagang Permai Busana di Plaza Bandarjo Ungaran merasakan lonjakan pembeli sejak H-7 Lebaran. Kondisi ini membuat toko ramai dipadati pembeli yang mencari pakaian baru.

Amalia Nur Fitriana selaku pemilik toko mengatakan peningkatan penjualan terjadi hingga dua sampai tiga kali lipat. “Menjelang lebaran itu memang jadi peak season kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan usaha tersebut merupakan bisnis keluarga yang telah berjalan lama. Dalam tiga tahun terakhir, Amalia mulai mengambil alih pengelolaan toko.

Permai Busana menyediakan berbagai jenis pakaian mulai dari kemeja, gamis, hingga pakaian anak. Produk yang dijual tidak hanya busana muslim, tetapi juga pakaian sehari-hari.

Menurut Amalia, tren pakaian Lebaran tahun ini didominasi model simpel dengan warna netral. Untuk pria, baju koko pendek berwarna hitam banyak diminati pembeli.

Sementara itu, untuk perempuan tren gamis dengan model klasik kembali populer. Model tersebut dikenal dengan istilah gamis bini orang yang memiliki potongan unik.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Jumat, 20 Maret 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat cerita pedagang menghadapi ramainya pembeli menjelang Lebaran.

Meski sempat ramai, Amalia mengaku kondisi H-1 Lebaran mulai mengalami penurunan pengunjung. Banyak pembeli beralih fokus pada persiapan kebutuhan rumah tangga.

Ia juga menyebut kebiasaan masyarakat berbelanja mendekati hari raya masih terjadi. Faktor THR dan waktu libur menjadi alasan utama pembeli datang di waktu terakhir.

“Pembeli biasanya menunggu mendekati Lebaran karena menunggu THR,” katanya. Ia menilai pola ini menjadi kebiasaan yang terus berulang setiap tahun.

Amalia menghadapi tantangan saat toko dipadati pembeli dalam waktu bersamaan. Keterbatasan ruang dan tenaga kerja membuat pelayanan harus diatur secara efisien.

Selain itu, persaingan dengan toko online juga menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang. Namun ia menilai banyak pembeli tetap memilih datang langsung ke toko.

“Kalau belanja langsung, pembeli bisa lihat bahan dan kualitasnya,” ujarnya. Hal ini menjadi keunggulan toko fisik dibandingkan belanja online.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan saat Lebaran. Selain itu, ia mengajak konsumen mendukung UMKM dan produk lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....