Bumdes Mekar Jaya Nolokerto Panen Perdana Greenhouse Melon Premium
- 16 Mar 2026 14:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Mekar Jaya Desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu Kendal panen perdana Greenhouse Melon Premium. Panen perdana ini ditandai dengan petik buah melon oleh Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, Senin, 16 Maret 2026.
Direktur BUMDes Mekar Jaya Desa Nolokerto, Imron Zamzani mengatakan, budidaya buah melon ini sesuai program pemerintah untuk ketahanan pangan. Selain itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli desa. "Usaha ini dengan semangat agar bisa menjadi pendapatan asli desa," ujarnya.
Tahap pertama menanam 1.060 pohon, yang satu pohon rata-rata menghasilkan satu buah. Berat per buah, rata-rata 2 kilogram sampai 2,1 kilogram.
Imron Zamzani mengatakan, pihak BUMDes sudah melakukan penandatanganan MoU dengan PT Zanzibar yang mengambil seluruh hasil panen sesuai dengan standar. Hasil panen buah melon oleh PT Zanzibar dibeli dengan harga 20 ribu per kilogram.
"Target setahun bisa panen empat kali. Per panen bisa menghasilkan Rp40 juta rupiah, sehingga satu tahun total Rp160 juta," jelasnya.
Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi berharap, usaha BUMDes Nolokerto bisa terus berkembang dengan baik. Harapannya, usaha BUMDes Nolokerto bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya.
"Desa ini potensinya luar biasa. Ada budidaya melon, penggemukan kambing, tanaman jagung dan lainnya, sehingga desa lainnya bisa studi banding di sini," katanya.
Kepala Desa Nolokerto, Nur Fatoni mengatakan, kerja sama dengan BUMDes ini untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Pasalnya, dari kerja sama ini, pihak desa mendapatkan 55 persen dari laba BUMDes.
"Tahun 2025 kemarin dapat PAD total Rp 61 juta. Itu dari berbagai unit usaha, ada kerja sama plumbing dengan perumahan, PAM desa dan jasa penanganan sampah," katanya.
Nur Fatoni mengatakan, pada 2025, BUMDes mengembangkan lagi tiga unit usaha yakni budidaya Greenhouse Melon Premium, penggemukan kambing dan budidaya tanaman jagung. Sumber dana tiga unit usaha tersebut berasal dari Dana Desa tahun 2025.
"Ini program ketahanan pangan dari Dana Desa tahun 2025. Untuk budidaya melon Rp157 juta, penggemukan kambing Rp 107 juta, dan budidaya tanaman jagung Rp 24,5 juta," ujarnya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....