Pusat Oleh-Oleh Terpadu Dusun Semilir, Etalase UMKM Unggulan Kabupaten Semarang

  • 12 Mar 2026 14:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kawasan wisata Dusun Semilir terus memperkuat perannya sebagai destinasi wisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Pusat Oleh-Oleh Terpadu Dusun Semilir yang menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan Kabupaten Semarang.

Peresmian pusat oleh-oleh tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, dan dilakukan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugroho. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran berbagai produk unggulan daerah kepada para wisatawan yang berkunjung.

Melalui inisiatif ini, Dusun Semilir diposisikan sebagai etalase utama bagi produk-produk lokal Kabupaten Semarang. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati wahana dan panorama wisata, tetapi juga dapat dengan mudah membawa pulang berbagai produk khas daerah dalam satu lokasi yang terintegrasi.

Manager Store dan Tenant Dusun Semilir, Afrista Putri, menjelaskan, kehadiran pusat oleh-oleh tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. “Tujuan dari kegiatan ini adalah mempromosikan produk UMKM lokal kepada wisatawan, serta membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata untuk meningkatkan omzet penjualan produk daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar produk-produk UMKM, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Bawen dan sekitarnya.

Di pusat oleh-oleh tersebut, pengunjung dapat menemukan beragam produk pilihan yang telah dikurasi dari pelaku UMKM Kabupaten Semarang, mulai dari produk kerajinan tangan hingga kuliner khas daerah yang telah lama dikenal masyarakat.

Salah satu produk unggulan yang dipamerkan adalah kerajinan eceng gondok dari kawasan Rawa Pening. Kerajinan ini dikenal memiliki nilai seni tinggi sekaligus ramah lingkungan karena memanfaatkan tanaman eceng gondok sebagai bahan utama.

Selain kerajinan, pusat oleh-oleh ini juga menghadirkan berbagai kuliner khas yang menjadi identitas daerah, seperti tahu bakso Ungaran, bandeng presto, lumpia, hingga wingko babat yang telah lama menjadi favorit wisatawan.

Produk fashion dan budaya juga turut melengkapi pilihan yang tersedia. Di antaranya batik klasik karya perajin lokal seperti Batik Patron Ambarawa, serta berbagai produk fashion khas seperti kaos bertuliskan “Costa Brava van Java” yang menggambarkan keunikan kawasan wisata di Kabupaten Semarang.

Head of Sales and Marketing Dusun Semilir, Haryo Priambodo, mengatakan, pusat oleh-oleh ini diharapkan menjadi destinasi belanja utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Semarang. “Setelah berwisata, pengunjung juga dapat menikmati kenyamanan berbelanja di Pusat Oleh-Oleh Warisan Indonesia dan Cemilan Indonesia,” jelasnya.

Menariknya, Dusun Semilir juga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin berbelanja. Pengunjung dapat masuk ke area pusat oleh-oleh dan area kerajinan unggulan tanpa harus membeli tiket masuk kawasan wisata.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk datang dan berbelanja produk lokal, sekaligus meningkatkan penjualan UMKM yang terlibat dalam program ini. Melalui langkah ini, Dusun Semilir tidak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata populer di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. (Put)

Rekomendasi Berita