Jangan Asal Jual Takjil, Pelaku Usaha Wajib Perhatikan Ini
- 25 Feb 2026 20:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Ramainya penjualan takjil selama Ramadan tidak boleh mengabaikan aspek keamanan pangan. Hal itu ditegaskan Pengamat pangan Soegijapranata Catholic University Semarang, Dr. Ir. Christiana Retnaningsih, MP saat dialog bersama Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia meminta para pelaku usaha tidak asal menjual tanpa memastikan proses produksi dan penyajian dilakukan secara higienis. “Keamanan pangan menjadi tanggung jawab utama produsen,” kata Nanik, sapaan akrabnya.
Menurutnya, proses produksi makanan harus dilakukan secara bersih dan terpisah. Area penerimaan bahan baku, pengolahan, dan pengemasan sebaiknya tidak bercampur untuk mencegah kontaminasi silang
Ia menjelaskan, lingkungan produksi yang kotor dapat memicu foodborne illness atau penyakit akibat makanan. Oleh karena itu, kebersihan tempat usaha harus dijaga meski ruang produksi terbatas.
Ia menambahlan, dalam penyajian, makanan sebaiknya ditutup rapat dan tidak dibiarkan terbuka. Penjual juga dianjurkan menggunakan penjepit atau sarung tangan saat mengambil makanan.
Nanik juga menyoroti penggunaan bahan kemasan yang aman untuk pangan. Ia mengingatkan agar tidak menggunakan kertas berlapis tinta atau koran sebagai pembungkus makanan
“Tinta-tinta itu kan ada timbalnya, logam berat. Itu tidak disarankan,” katanya.
Selain itu, penggunaan staples pada kemasan makanan sebaiknya dihindari. Benda kecil tersebut berisiko melukai atau bahkan tertelan oleh konsumen.
Nanik berharap pelaku usaha tidak hanya mengejar keuntungan musiman saat Ramadan. “Menjaga keamanan pangan berarti turut menjaga kesehatan konsumen dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....