Pertahankan Metode Tradisional, Wastra Batik Semarang Terus Berkembang

  • 17 Nov 2025 13:20 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Di tengah gempuran industry tekstil print motif batik dari dalam dan juga luar negeri, batik tulis dengan metode tradisional tetap memiliki segmen pasar tersendiri. Wastra Batik Semarang salah satunya, merintis sejak tahun 2007, hingga kini masih terus berkarya dan berkembang dengan membuat produk turunan batik.

Hal tersebut disampaikan oleh Siti Kholifah pemilik Wastra Batik Semarang dalam dialog bersama pro4 rri Semarang, Selasa (10/11/2025) disiarkan langsung melalui FM 88,2 mhz dan AM 801 khz. Olif sapaan akrabnya mulai suka batik sejak kecil, pada awalnya ia mengaku melakukan semuanya sendiri dan bisa berkembang hingga kini.

“Kami terus berinovasi kami terus berusaha mencari apa yang disukai pasar, apalagi untuk segmen anak muda, karena pelanggan terus minta yang baru apa”.”tapi tetap motif modern tadi tapi kami tetap produksi secara tradisional namun secara motif dan design baju bisa diterima di pasar” ujar Olif.

Dengan tagline Wastra Batik The Art Of Semarang, Wastra Batik Semarang fokus membuat motif batik dengan flora fauna dan juga ikon kota lumpia. Olif yang sudah jatuh cinta dengan batik mengaku selalu berusaha menjaga kualitas keindahan detail warna dengan bahan baku yang terbaik pada produknya.

Olif menambahkan untuk membuat satu lembar kain batik diperlukan kejujuran, ketekunan dan juga kesabaran. Ketiga hal tersebut juga yang saat ini menjadi panduannya untuk menjalankan bisnisnya dan juga dalam kehidupan sehari hari.

Menutup perbincangan Olif berpesan untuk pelaku usaha batik untuk terus membuat batik asli atau batik tradisional. Harapannya batik yang sudah diakui oleh dunia bisa terus lestari dan dikenal semakin luas di dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....