Batik Warna Alam, Pertahankan Tradisi Dengan Bahan Alami
- 05 Nov 2025 10:28 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Batik merupakan salah satu budaya Indonesia yang sudah diakui diakui sebagai warisan budaya tak benda yang sudah diakui Unesco, namun di tengah era industrialisasi saat ini batik sudah semakin beragam. Untuk menjaga tradisi Batik siPutri tetap menggunakan pewarna alami, dengan memanfaatkan warna yang bisa didapat dari alam.
Hal tersebut disampaikan oleh pemilik Batik Warna Alam siPutri, Putri Merdekawati S.P M.P dalam dialog bersama Pro 4 RRI Semarang, Selasa (4/11/2025). Memulai usaha sejak tahun 2017 Putri mengaku memegang erat filosofi batik yang diturunkan dari ibu dan neneknya.
"Batik itu awal mula dibuat memang dengan teknik yang sama, tapi dengan warna alami karena dulu belum ada pabrik-pabrik kimia yang bisa mensintesis membuat bahan warna kimia". "Kami berkomitmen ingin mengembalikan batik dengan pewarnaan alami, jadi semua warna kami buat dari dedaunan, kayu atau berbagai limbah organik yang bisa menghasilkan warna" ujar Putri, Selasa (4/11/2025).
Pengusaha kelahiran Yogyakarta tersebut mengaku tidak kesulitan dalam mencari bahan warna alam, karena di Indonesia ini sangat kaya akan sumber daya alam. "Kami tidak pernah kesulitan dalam mencari bahan warna alam, namun memang warnanya terbatas karena tergantung bahan yang dipakai" Putri menambahkan.
Batik warna alam memiliki ciri warna lebih soft dan jarang memiliki kesamaan antara satu dan yang lainnya. Hal tersebut juga yang menjadi salah satu kelebihan, sehingga tetap dicari meskipun diluar banyak kain batik yang harganya lebih murah.
Bersama timnya Putri mengaku akan terus menggunakan pewarna alam, selain menjaga tradisi hal itu juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Batik Warna Alam siPutri bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 300.000 dan bisa didapatkan di marketplace, website dan juga sosial media.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....