Pengamat: Invisible Economy Jadi Tantangan Sensus Ekonomi 2026
- 11 Agt 2026 14:18 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sensus Ekonomi 2026 menghadapi tantangan signifikan dalam memetakan aktivitas ekonomi digital dan invisible economy yang selama ini sulit terlihat dalam data konvensional.
- Perkembangan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir telah mengubah struktur perekonomian Indonesia secara signifikan, memerlukan pendekatan sensus yang lebih komprehensif.
- Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting untuk menghasilkan gambaran terbaru dan akurat mengenai seluruh aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat Indonesia.
RRI.CO.ID, Semarang – Sensus Ekonomi 2026 menghadapi tantangan untuk memetakan aktivitas ekonomi yang berkembang di ruang digital dan selama ini sulit terlihat atau invisible economy dalam data konvensional. Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi Universitas Negeri Semarang(Unnes), Vitradesie Noekent dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, perkembangan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir telah mengubah struktur perekonomian Indonesia secara signifikan. Oleh karena itu, sensus ekonomi 2026 dinilai penting untuk menghasilkan gambaran terbaru mengenai aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi digital tersebut tidak mudah ditangkap apabila pendataan hanya menggunakan metode survei yang mengambil sebagian sampel pelaku ekonomi. “Hal yang paling menarik di sensus 2026 ini adalah invisible economy yang kemudian tidak dapat ditangkap jika kemudian itu hanya dilakukan menggunakan teknik survei,” kata Desie, sapaan akrabnya.
Aktivitas ekonomi tersebut mencakup aktivitas seperti kreator konten, afiliasi, hingga penjualan melalui e-commerce yang berkembang seiring perubahan teknologi. Melalui sensus, seluruh pelaku ekonomi dapat dipetakan sehingga aktivitas yang sebelumnya sulit terlihat dapat masuk dalam data nasional.
Desie menjelaskan, keberadaan invisible economy justru memiliki peran penting sebagai salah satu penopang perekonomian ketika terjadi tekanan atau krisis. Oleh karena itu, data mengenai aktivitas tersebut dibutuhkan pemerintah daerah untuk mengetahui kantong-kantong pertumbuhan ekonomi baru yang berkembang dari masyarakat.
Ia mencontohkan, konten kreator yang berasal dari desa, serta pertumbuhan wisata desa yang memperoleh pasar melalui platform daring saat ini tengah berkembang. Informasi tersebut dapat menjadi dasar pemerintah menentukan kebutuhan intervensi, termasuk penguatan infrastruktur teknologi maupun dukungan kebijakan di daerah.
Tantangan lainnya adalah memetakan pekerja yang berada dalam ekosistem ekonomi berbasis platform, seperti pengemudi ojek online. Desie menilai pendataan penting untuk melihat posisi mereka sebagai pelaku ekonomi sekaligus membuka peluang memperoleh dukungan dan pengembangan usaha.
Desie menegaskan, data hasil sensus nantinya tidak cukup hanya menjadi statistik, tetapi harus digunakan sebagai dasar perencanaan pemerintah dari tingkat desa hingga pusat. Menurutnya, pendekatan data driven diperlukan agar perubahan struktur ekonomi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Ia juga berharap pelaku ekonomi tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus karena data akan digunakan secara agregat untuk kepentingan perencanaan pembangunan. Dengan pemetaan yang lebih lengkap, sensus ekonomi 2026 diharapkan mampu memperlihatkan wajah baru perekonomian Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi yang berkembang melalui ekosistem digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....