Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Sektor Keuangan Stabil
- 08 Mei 2026 17:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta - Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut dinilai mencerminkan daya tahan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.
Melalui keterangan resminya, Kamis, 7 Mei 2026, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebut pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,39 persen yoy. Kinerja itu didorong percepatan belanja pemerintah, meningkatnya konsumsi rumah tangga, dan investasi yang terus tumbuh.
Konsumsi rumah tangga tumbuh kuat didukung kepercayaan konsumen, peningkatan aktivitas ekonomi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), serta stimulus dan bantuan sosial pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara konsumsi pemerintah meningkat melalui berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Desa Nelayan, dan Sekolah Rakyat.
Selain itu, investasi juga tumbuh tinggi seiring mulai berjalannya proyek hilirisasi Danantara dan pembangunan infrastruktur pendukung program prioritas nasional. Aktivitas manufaktur dan penjualan ritel juga masih berada pada zona positif, sementara neraca perdagangan melanjutkan tren surplus.
Di tengah dinamika global, KSSK memastikan kondisi sektor keuangan nasional tetap stabil. Inflasi April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen yoy atau masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Stabilitas harga didukung pengendalian inflasi pangan dan kebijakan subsidi energi.
Kinerja sektor perbankan juga tetap solid dengan kredit perbankan pada Maret 2026 yang tumbuh 9,49 persen yoy menjadi Rp8.659 triliun, dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross terjaga di level 2,1 persen. Permodalan perbankan juga kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 25,09 persen.
Sementara itu, Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai langkah intervensi di pasar valuta asing. Hingga 5 Mei 2026, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.415 per dolar AS, dengan cadangan devisa Indonesia mencapai USD148,2 miliar pada akhir Maret 2026.
KSSK menegaskan koordinasi kebijakan antarotoritas akan terus diperkuat. Hal itu guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya risiko global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....