Hukum Supply-Demand Jadi Kunci Stabilitas Inflasi Kota Semarang

  • 04 Mar 2026 17:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Upaya menjaga agar inflasi di Kota Semarang tetap terkendali harus bertumpu pada keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat. Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang, Dr. Vitradesie Noekent, S.E., M.M., CIQaR, menegaskan, hukum supply dan demand menjadi kunci utama menjaga stabilitas inflasi daerah.

Menurutnya, pengendalian harga dinilai tidak cukup dilakukan melalui intervensi sesaat. Hal ini juga memerlukan strategi berkelanjutan.

“Berlakunya hukum supply dan demand itu sebenarnya menjadi kunci bagaimana kita menjaga inflasi. Berapa kebutuhan dan berapa supply yang kemudian dipersiapkan, itu menjadi kunci apakah inflasi bisa kita kendalikan atau tidak,” katanya dalam wawancara di RRI, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang saat ini memantau sedikitnya 12 komoditas utama yang berpotensi memicu kenaikan harga. Pemantauan dilakukan secara real time, termasuk melalui kunjungan langsung ke pasar.

Menurutnya, langkah konvensional seperti program Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah daerah bersama Bank Indonesia masih relevan. Program tersebut membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga.

Namun demikian, strategi inovatif juga diperlukan untuk memperkuat pengendalian inflasi. Salah satunya melalui kerja sama antarwilayah guna menjamin kelancaran distribusi komoditas.

Ia mencontohkan pentingnya kolaborasi antara Kota Semarang dengan Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan daerah sekitar. Kerja sama tersebut memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak terganggu hambatan logistik.

“Memastikan distribusi berjalan lancar sehingga harga tidak terpengaruh hambatan logistik menjadi kunci. Itulah bentuk paling nyata dari kerja sama antar pemerintah daerah dalam menangani supply dan demand,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....