Indodax Soroti Respons Bitcoin Saat Kebijakan Ketat

  • 20 Sep 2026 12:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75%–4,00% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Keputusan tersebut diambil secara bulat dan menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023.

Menariknya, kenaikan tersebut tidak langsung menekan Bitcoin (BTC). Kenaikan ini justru bergerak naik dari sekitar US$75.400 menjelang pengumuman ke area US$76.000 setelah keputusan dirilis pada Kamis (17/9).

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai respons tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kebijakan makroekonomi dan harga aset kripto tidak selalu berlangsung secara langsung. Kebijakan suku bunga tetap menjadi faktor penting, tetapi bukan satu-satunya penggerak pasar kripto.

“ Reaksi harga juga dipengaruhi oleh ekspektasi yang sudah terbentuk sebelumnya, arus dana, sentimen, serta perkembangan spesifik di industri kripto. Dalam kondisi ini, kenaikan suku bunga sudah banyak diantisipasi, sehingga sebagian dampaknya kemungkinan telah tercermin pada harga sebelum keputusan diumumkan,” jelasnya Minggu, 20 September 2026.

Menjelang keputusan FOMC, pasar telah memperkirakan cukup tinggi kemungkinan kenaikan suku bunga. Ketika hasil akhirnya sesuai dengan ekspektasi, sebagian tekanan dapat dikatakan sudah tercermin sebelum pengumuman.

Meski Bitcoin menguat setelah pengumuman, arah kebijakan The Fed tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pasar. Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih melihat kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir 2026.

“ The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,6%. Untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi dinaikkan menjadi 2,3%, “ tuturnya.

Fokus bank sentral AS masih tertuju pada pengendalian inflasi. Namun, arah kebijakan berikutnya belum ditentukan dan akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.

“ Karena itu, pasar perlu melihat kebijakan The Fed sebagai salah satu bagian dari konteks yang lebih luas, bersama faktor likuiditas, arus dana, sentimen, dan perkembangan di industri kripto. Sehingga investor perlu melihat pergerakan Bitcoin setelah FOMC secara lebih proporsional,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....