Kinerja Moncer, Laba Phapros Melonjak 511 Persen pada Semester I 2026

  • 01 Sep 2026 19:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan signifikan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan farmasi nasional tersebut mencapai Rp14,97 miliar pada Januari-Juni 2026, melonjak 511,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,45 miliar.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan, perbaikan margin laba kotor, perbaikan portofolio produk, serta efisiensi operasional proses produksi. Penjualan Phapros pada semester I 2026 tercatat Rp482,85 miliar, tumbuh 5,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp458,22 miliar.

Menurut dia, kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan penjualan produk dengan margin yang lebih tinggi. Di sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan rasio harga pokok penjualan atau Cost of Goods Sold (COGS). Rasio HPP terhadap penjualan pada Juni 2026 berada di level 49 persen, turun dari 52 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menuturkan, perbaikan tersebut turut mendorong margin laba kotor Phapros menjadi 50,4 persen, dibandingkan 48 persen pada semester I 2025. “Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari dua digit hingga akhir tahun 2026,” ujar Intan, melalui rilis yang diterima Senin 1 September 2026.

Menurutnya, perusahaan akan terus menjalankan strategi penguatan finansial yang sehat dan berkelanjutan melalui pengendalian biaya, peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.

Selain laba dan penjualan, posisi kas Phapros juga mengalami penguatan. Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 mencapai Rp162,47 miliar, meningkat 215,6 persen dibandingkan posisi pada 30 Juni 2025 sebesar Rp51,49 miliar.

Sementara itu, total aset perusahaan per 30 Juni 2026 tercatat Rp1,45 triliun, naik 4,66 persen dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp1,39 triliun.

Siapkan Produk Baru

Di tengah pertumbuhan kinerja keuangan, Phapros juga memperkuat bisnis melalui pengembangan produk baru. Perseroan tengah menyiapkan produk berbentuk serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental atau gigi.

Produk tersebut akan memperkuat lini dental Phapros yang telah memiliki sejumlah produk, salah satunya Pehacaine sebagai produk anestesi.

Saat ini, produk baru tersebut masih dalam tahap persiapan produksi dan ditargetkan memasuki tahap komersialisasi pada kuartal IV 2026.

“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan,” kata Intan.

Perkuat Pasar Ekspor

Phapros juga terus memperluas pasar di luar negeri. Bisnis ekspor perseroan telah berjalan sejak 2014 dengan tujuan sejumlah negara, di antaranya Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.

Produk yang diekspor mencakup analgesik, obat antituberkulosis, multivitamin, obat antimabuk perjalanan, hingga antibiotik.

Pada kuartal III dan IV 2026, Phapros menargetkan pengiriman produk ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja dengan nilai penjualan ekspor sekitar Rp5 miliar.

Perseroan juga menargetkan pertumbuhan penjualan ekspor secara double digit melalui penambahan calon pembeli serta perluasan lini produk.

“Kami terus menargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk,” ujar manajemen Phapros.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....