BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

  • 31 Agt 2026 15:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun hingga akhir Triwulan II 2026. Capaian tersebut tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian laba tersebut ditopang pertumbuhan bisnis, penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Secara konsolidasian, aset BRI hingga Juni 2026 mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy.

Pertumbuhan aset terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kinerja positif tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis yang terus dijalankan perseroan. Transformasi melalui BRIVolution Reignite, kata dia, mulai memberikan dampak positif terhadap fundamental dan kinerja keuangan BRI.

"Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan," ujar Hery dalam pemaparan kinerja BRI di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.

Dari sisi profitabilitas, net interest income BRI meningkat 9,9 persen yoy dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Sementara Pre-Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh 12,8 persen yoy menjadi Rp65,7 triliun.

Pertumbuhan kinerja tersebut juga diiringi perbaikan sejumlah indikator fundamental. Cost of Fund (CoF) bank only turun dari 3 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4 persen pada periode yang sama tahun 2026. Cost to Income Ratio(CIR) juga membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan(NPL) turun dari 3 persen menjadi 2,9 persen.

BRI juga mencatat penguatan kemampuan menghasilkan imbal hasil, dengan Return on Asset (ROA) berada di kisaran 2,7 persen dan Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen. Selain itu, Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Meski terus melakukan diversifikasi bisnis, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai bisnis inti perseroan. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy.

Jumlah tersebut setara dengan 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group. Hery menegaskan, pertumbuhan laba dan bisnis BRI tetap diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

"Dengan fundamental yang semakin sehat serta transformasi yang terus berjalan, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan. Sekaligus, memberdayakan UMKM agar mampu tumbuh dan naik kelas," kata Hery.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....