Terapkan No Buy Challenge, Cara Baru Mengelola Keuangan
- 10 Agt 2026 15:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – No Buy Challenge merupakan tren mengajak orang lain untuk menahan diri dari kegiatan berbelanja non-esensial. Tantangan ini menjadi kampanye secara tidak langsung sebagai upaya mengatur pengeluaran secara lebih bijak.
Kemudahan belanja secara digital maupun promo yang kerap berdatangan, membuat banyak orang mudah tergoda membeli secara impulsif. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga menyumbang 53,88 persen terhadap total perekonomian nasional tahun 2025.
Pengeluaran untuk restoran dan hotel bahkan tumbuh paling tinggi, mencerminkan gaya hidup konsumtif masyarakat. Bagi sebagian orang yang sadar akan kebiasaan buruk tersebut, mereka kerap mencari cara untuk menahan diri dari perilaku tersebut.
No Buy Challenge ini mendorong seseorang untuk mampu memetakan kebutuhan dan keinginan secara sadar. Peserta biasanya menetapkan periode penerapan tertentu, ada yang dimulai dari sepekan, hingga satu tahun penuh.
Dalam tantangan tersebut, kebutuhan pokok seperti makan dan transportasi tetap boleh diutamakan. Melalui cara ini, partisipan mengaku merasa lebih tenang setelah menahan keinginan belanja sesaat.
Bagi pemula, langkah awal dapat diterapkan dengan membuat daftar kebutuhan primer yang akan digunakan selama satu bulan. Menetapkan durasi pelaksanaan challenge sesuai kemampuan diri akan membantu menjaga komitmen tanpa merasa tertekan.
No Buy Challenge yang diterapkan secara konsisten akan membantu membiasakan keputusan finansial secara bijak dalam jangka panjang. Melalui tantangan ini, dapat disimpulkan bahwa hidup hemat tidak selalu terkesan berat, asal dilakukan secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....