BI Fasilitasi Pembiayaan UMKM Rp9,47 Miliar, Dorong Penguatan Ekonomi Jateng

  • 26 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Hingga Juni 2026, BI berhasil memfasilitasi pembiayaan UMKM senilai Rp9,47 miliar melalui berbagai kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi bagian penting dari bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, penguatan kelembagaan, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar.

Menurut Noor, penyaluran pembiayaan sebesar Rp9,47 miliar berhasil direalisasikan melalui sejumlah kegiatan seperti sosialisasi BISAID, CJFACE, dan berbagai forum bisnis lainnya. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya.

"Sementara itu, fasilitasi partisipasi UMKM pada berbagai pameran nasional maupun internasional, antara lain UMKM Grande, JIF-BW, PADI, IFEX, dan CJFACE, menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp23,4 miliar. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat daya saing UMKM Jawa Tengah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya, Jumat 26 Juni 2026.

Noor menilai penguatan UMKM memiliki dampak strategis terhadap perekonomian daerah. Sebab, semakin tinggi daya saing UMKM, semakin besar kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Di sektor sistem pembayaran, digitalisasi transaksi juga terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah telah mencapai 8,72 juta pengguna dengan 4,65 juta merchant yang telah memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut.

"Seiring meningkatnya transaksi digital, BI terus memperkuat perlindungan konsumen melalui edukasi dan pengawasan. Langkah tersebut dilakukan bersama OJK, Kementerian Komunikasi dan Digital, Polda Jawa Tengah, serta anggota Satgas PASTI untuk mencegah berbagai aktivitas keuangan ilegal," turturnya.

Edukasi perlindungan konsumen juga diperluas melalui Klinik Perlindungan Konsumen yang menyasar masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku UMKM. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan secara aman dan bijak.

Selain mendorong digitalisasi, BI memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Layanan kas bahkan menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal seperti Karimunjawa untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Di bidang literasi, BI terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebanksentralan melalui program BI Mengajar, kuliah umum, kunjungan sekolah, dan pemanfaatan media sosial. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman publik mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia," tandasnya.

Ke depan, Bank Indonesia Jawa Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat UMKM, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang inklusif serta berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....