BI Canangkan Strategi 4K, Jaga Inflasi Jateng di Tengah Ketidakpastian Global

  • 26 Jun 2026 17:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat implementasi strategi 4K untuk menjaga inflasi Jawa Tengah tetap terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global. Strategi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan, strategi 4K meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Implementasi strategi itu dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Menurut Noor, penguatan strategi 4K berhasil menjaga inflasi Jawa Tengah tetap berada dalam rentang sasaran nasional. Pada Mei 2026, inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 2,85 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.

"Kinerja tersebut didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, perbankan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya, Jumat 26 Juni 2026.

Stabilitas harga tersebut turut mendukung ketahanan ekonomi Jawa Tengah di tengah tekanan global. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,84 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan, BI bersama TPID menggencarkan berbagai program pengendalian inflasi. Salah satunya melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah secara serentak di 35 kabupaten/kota serta Gerakan Pangan Murah Mandiri di 32 daerah.

Selain itu, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) terus dilakukan guna menjaga pasokan komoditas pangan strategis. Upaya tersebut diperkuat dengan optimalisasi Jateng Agro Berdikari sebagai offtaker dan pengembangan outlet pangan di berbagai wilayah.

Dari sisi distribusi, berbagai langkah dilakukan untuk memastikan pasokan pangan dapat menjangkau masyarakat secara lancar. Kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar gejolak harga dapat ditekan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sementara itu, dari sektor hulu, BI turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi biosaline dan biochar. "Selain itu, pengembangan kelompok unggulan komoditas pangan strategis, hingga dukungan terhadap program swasembada bawang putih di Kabupaten Magelang," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....